panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Berita Utama
15 Maret 2008
Mahfud, Jimly, Akil Jadi Hakim MK
image
JAKARTA- Tiga nama hakim Mahkamah Konstitusi yang masuk lewat pintu DPR terpilih dalam voting di Komisi III. Mereka adalah anggota FKB DPR Mahfud MD, anggota FPG DPR Akil Mukhtar dan Ketua MK Jimly Asshiddiqie. 
Mahfud menggantikan posisi Achmad Roestandi yang telah memasuki masa pensiun. Sedang Akil akan menggantikan I Dewa Made Palguna.  Mereka bertiga menyisihkan 13 calon lainnya yang ikut bertarung untuk bisa menduduki posisi hakim MK lewat pintu DPR.

Dalam voting Komisi III semua anggota hadir. Dari 49 orang, Mahfud memperoleh 38 suara, disusul Jimly 37 suara, dan Akil 32 suara.
Dalam voting ini, masing-masing aggota Komisi III berhak memilih tiga calon. Dari 49 surat suara, satu surat dinyatakan batal, karena berisikan lebih dari tiga calon.
Calon anggota MK lainnya, Harjono memperoleh 15 suara, Deddy Ismatullah 9 suara, Taufikurrahman Syahuri 3 suara, Chairul Amin, Samsul Wahidin dan Yusuf Fanre masing-masing 2 suara, Budiman Sinaga, Lafat Akbar, Ronny Bako dam Munir Fuadi 1 suara. Dalam pemilihan ini, terdapat tiga calon yang sama sekali tidak memperoleh suara, yakni Petrus CKL Bello, Charles Sihombing, dan Sugianto.

Usai pemilihan, Ketua Komisi III Trimedya Pandjaitan meminta agar MK ke depan dapat lebih memenuhi harapan masyarakat. Sebab, dalam catatannya, MK beberapa kali membuat keputusan yang tidak sesuai dengan harapan masyarakat.

Sesuaikan Diri

Dia mencontohkan, putusan MK dalam uji materi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2004 tentang Komisi Yudisial (KY) yang menghapus kewenangan KY mengawasi hakim konstitusi. ''Ini membuat MK jadi lembaga yang tidak ada yang dapat mengotrol,'' ujarnya.

Terkait terpilihnya dua wajah baru, dia juga berharap agar dapat langsung menyesuaikan diri dan melaksanakan tugas sebagai hakim konstitusi. Dia juga mengingatkan, agar Mahfud langsung mengurus surat pengunduran diri sebagai anggota DPR.

''Sedang Akil lebih santai, karena hakim Pagulna baru pensiun Agustus,'' ujarnya.

Sebelumnya, dalam menjalani uji kelayakan Jimly menyatakan bahwa dirinya bersedia kemba-      li menjadi hakim konstitusi.
Dia membantah telah diperlakukan istimewa dalam seleksi saat pendaftaran yang seharusnya sudah ditutup oleh DPR.
”Saya tidak lewat 'jalan tol' dan DPR tidak diskriminatif dengan calon-calon lainnya,'' ujarnya.

Dari sembilan orang hakim konstitusi, DPR berwenang memilih tiga hakim konstitusi yang tahun ini telah habis masa jabatannya. Lalu tiga hakim dipilih oleh presiden, dan sisanya oleh Mahkamah Agung (MA). (J13-60)

Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER