panel header


OJO ADIGANG, ADIGUNG, ADIGUNA
Jangan Sok Kuasa, Sok Besar, Sok Sakti
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Semarang Metro
19 Februari 2008
Digendam, Linglung Empat Hari
  • Perhiasan, Uang, dan Hp Amblas
SEMARANG- Akibat digendam seorang pria yang mengaku bernama Fani, seorang mahasiswi sebuah perguruan swasta di Semarang linglung selama empat hari.

Korban yang diketahui Rinah Sutinah (22), kos di Jl Cokroaminoto RT 3 RW 3 Kelurahan Barusari, Semarang Selatan, itu mengaku seperti setengah sadar selama dalam pengaruh ilmu gendam.

Kamis (14/2), gelang, cincin, kalung, uang di dompet senilai Rp 300.000, dua handphone, uang dari tabungan BNI senilai Rp 2.450.000 dan uang dari tabungan BRI Rp 600.000, amblas disikat pelaku. Korban akhirnya sadar dan melapor ke Mapolwiltabes Semarang, Senin (18/2) pagi.

Kepada petugas Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK), Rinah mengatakan, kejadian yang menimpa tersebut bermula saat dia hendak berbelanja ke Swalayan Ada Jl Soegiyopranoto.

Ketika itu korban seorang diri. Saat berdiri di depan pintu masuk, tiba-tiba dia didatangi seorang pria bernama Fani. Pria yang mengaku bertempat tinggal di luar kota itu menanyakan jalan menuju museum di Semarang.
“Saya jawab tidak tahu,” kata korban menirukan perkataannya saat itu.

Berkomplot

Fani lantas menanyakan kepada seorang pria yang tidak jauh dari korban berdiri. Saat diajak kenalan, pria itu mengaku bernama Kevin. Ditengarai kedua pria tersebut sudah kenal sebelumnya. Mereka berkomplot untuk memperdaya korban. Oleh Kevin pertanyaannya tersebut dijawab sekenanya. Museum yang dimaksud ada di Yogyakarta.

“Pria yang bernama Kevin kemudian tanya ada apa kok cari museum?” ujar Rinah. Fani menjawab ingin menyumbangkan batu ajaib dan sakti peninggalan leluhurnya ke pihak museum. Batu itu dikatakan bisa mengeluarkan aneka cahaya. Korban yang sudah terhipnotis kata-kata pelaku, kemudian diajak naik taksi ke DP Mall di Jl Pemuda, untuk diperlihatkan batu sakti tersebut.

Di mal tersebut, Fani mengaku bisa mengobati sejumlah penyakit. Rinah bahkan dikatakan pelaku mempunyai penyakit aneh di tubuhnya. “Di dalam tubuh saya dikatakan ada rambut dan pakunya. Katanya ada yang ngerjai saya,” ungkap korban.

Rupanya hal itu hanya dalih pelaku untuk mengelabuhi korban. Kedua pelaku membujuk korban agar mau diobati. Syaratnya, harus menyerahkan barang-barang berharga yang dia bawa.

“Katanya kamu kan lahir tidak bawa apa-apa, mati pun tidak bawa apa-apa. Perhiasan, dompet, dan dua Hp saya diminta. Katanya untuk memperlancar pengobatan dari pengaruh jahat. Seperti orang setengah sadar, memberikan begitu saja,” ungkap korban yang juga menyerahkan buku tabungan beserta nomor pinnya. 

Korban juga diminta menyediakan uang Rp 5 juta untuk biaya pengobatan. Karena hanya membawa uang Rp 300.000, korban disuruh pulang dan diberi tempo sehari untuk menyerahkan uang permintaan tersebut.

Korban lantas pulang ke kos. Bukannya sadar kena tipu, dia justru sibuk pinjam uang ke sana ke mari untuk menutup besarnya biaya tersebut. Selang dua hari kemudian terkumpul Rp 1.000.000 yang langsung ditransfer ke rekening pelaku. Korban baru sadar hari Minggu setelah tantenya curiga dan menegurnya. (H21,D12-37)

Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER