panel header


GUPAK PULUT ORA MANGAN NANGKANE
Capek Bekerja Tidak Dapat Hasilnya
panel menu
panel news ticker
Kanal Sehat -- Empat Manfaat Kasih Ibu bagi Kesehatan Anak Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Berita Utama
17 Februari 2008
Rembang-Juwana Lumpuh Total
  • Aparat Kehabisan Akal
image
REMBANG- Jalur pantai utara timur Rembang-Juwana-Pati lumpuh total sejak kemarin pagi, menyusul banjir di Juwana Pati. Arus kendaraan pribadi yang hendak ke Semarang terpaksa dialihkan ke jalur Blora-Purwodadi-Semarang mulai pertigaan Tugu Adipura Rembang.

Sementara itu jajaran dinas/instansi terkait di Pati kini kehabisan akal dalam mengatasi kemacetan arus lalu lintas di wilayah itu. Padahal, beberapa upaya telah dilakukan, namun kemacetan panjang yang baru kali pertama terjadi ini belum terurai juga.

Di Rembang ribuan truk dan mobil barang yang tetap dilewatkan jalur pantura timur tidak bisa bergerak mulai dari Desa Paloh Kecamatan Kaliori atau sekitar 17 kilometer dari Juwana.

Joko, pengemudi truk A-3284-UA yang akan ke Jakarta mengutarakan terjebak kemacetan di Desa Paloh Kecamatan Kaliori sejak pukul 10:00. Hingga pukul 12:00 hanya bisa bergerak maju tak kurang dari 200 meter.
’’Kalau melihat antrean yang sebegini banyak, saya prediksikan baru dini hari nanti bisa lepas dari Juwana. Mudah-mudahan saja bisa lebih cepat lagi,’’ tuturnya.

Kemacetan yang dialami oleh truk dan mobil barang itu tak urung membuat distribusi barang ikut tersendat. Abadi, pengemudi truk L-8474-US mengatakan seharusnya pagi ini dijadwalkan sudah harus sampai di Jakarta untuk mengantarkan paket barang sebanyak satu kontainer.

Namun dengan kemacetan itu, dia memprediksi sampai di Jakarta pada Selasa atau Rabu. ’’Jasa pengiriman barang seperti saya ini menuntut untuk bisa datang tepat waktu. Tapi bagaimana lagi. Kenyataannya malah ada macet seperti ini,’’ tegasnya sembari menuturkan temannya yang berangkat Jakarta ke Surabaya telah terjebak dari hari Jumat (15/2) sekitar pukul 22:00 hingga siang kemarin sekitar pukul 13:00 baru bisa lepas dari kemacetan Juwana-Rembang.

Mencapai Puncak

Kepala Dinas Perhubungan dan Pariwisata (Dishubpar) Kabupaten Pati Tristiadi mengatakan kemacetan itu sudah memasuki hari kedua. Akan tetapi, belum ditemukan upaya yang tepat dalam mengatasi permasalahan itu.

Sabtu (16/2) pihaknya telah koordinasi dengan Satlantas Polres Pati untuk mencoba menghentikan arus kendaraan berat yang datang dari barat (Semarang). Sebab, kemacetan dan antrean kendaraan di Jalan Raya Pati-Kudus benar-benar sudah mencapai puncaknya.

Dari empat lajur di sepanjang ruas jalan itu, tiga di antaranya sudah menjadi tempat deretan kendaraan antre. Dengan demikian tinggal satu lajur yang tersedia untuk arus lalu lintas dari timur, yang setiap saat juga terancam macet total bila kendaraan dari barat menyerobot lajur itu.

Maksud penghentian arus dari barat, semula direncanakan di depan Mapolsek Margorejo. Untuk sementara, kendaraan akan ’’dikandangkan’’ di bekas rencana lokasi terminal di pinggir jalan raya itu sampai kemacetan ruas jalan di sepanjang jalur alternatif Pati-Wedarijaksa-Trangkil-Juwana itu berkurang.

Di samping itu pihaknya akan memanfaatkan halaman depan Pasar Hewan Margorejo. ’’Namun, kedua tempat tersebut ternyata sudah dipenuhi kendaraan berat yang memilih menunggu tidak di tengah-tengah kemcaten,’’ujarnya.
Kaur Bin Ops Satlantas Polres Pati, Iptu Amlis Chaniago yang sudah hampir sepekan lebih banyak di jalan raya provinsi itu mengakui kehabisan akal untuk menguarai permasalahan itu. Jalur alternatif sudah difungsikan, tidak hanya untuk mengalihkan kendaran kecil/pribadi, tapi juga yang bermuatan berat.

Ternyata kemacetan tetap tak bisa dihindari, karena arus lalu lintas hampir tak ada kesempatan bergerak. Setelah memasuki jalur alternatif arus yang di depan pun nasibnya sama, karena di sepanjang jalur pantura timur, termasuk di wilayah Kebupaten Rembang, kondisinya pun tak jauh berbeda.

Di sepanjang ruas jalan itu terjadi tingkat kerusakan paling parah. Yakni, hampir tidak ada ruas jalan di jalur pantura timur yang tidak berlubang, sehingga genangan banjir bukan satu-satunya faktor penyebab terjadinya kemacetan tersebut.

Karena itu, alternatif satu-satunya pihak yang berkompeten terhadap permasalahan itu, harus secepatnya melakukan perbaikan kondisi jalan yang rusak parah. ’’Jika tidak memungkinkan perbaikan secara permanen, paling tidak upaya menutup lubang yang menganga besar dan lebar itu segera dilakukan.’’
Kepala Diskimpras Kabupaten Pati, Ir H Suharyono MM sudah koordinasi dengan pihak Satuan Kerja (Satker) Pembangunan Jalan dan Jembatan Provinsi Jawa Tengah. Instansi itu juga sudah siap mengirim meterial batu krosok sebanyak sepuluh dumptruck tapi menghadapi kesulitan akibat jalan raya yang macet.
Karena itu, agar kendaraan bisa mengangkut meterial sampai ke lokasi, seluruh ruas jalan harus terbebas dari kemacetan. ’’Adapun di Pati yang utama harus diperbaiki, yaitu mulai Jl P Sudirman atau antara Pati-Mergorejo, Jl Tunggulwulung, P Diponegoro, Kembang Joyo, dan Jl Soponyono.’’
Berikutnya Pati-Juwana hingga perbatasan dengan Kaliori, Rembang. Dengan demikian jika hanya meterial sepuluh dumptruck tidak akan menyelesaikan permasalahan, karena Kaliori ke timur hingga Sarang, kondisi jalan raya itu juga tak jauh berbeda.

Sementara itu lumpuhnya jalur pantura timur Rembang-Pati itu memaksa sebagian bus antarkota antarprovinsi (AKAP) jurusan Surabaya-Semarang menurunkan semua penumpang di terminal Rembang. Rusdi kondektur bus Sinar Mandiri L-6091-NU mengatakan langkah menurunkan penumpang di terminal Rembang ini dilakukan karena tidak berani menembus kemacetan dan banjir di Juwana.

’’Kalau kami paksakan menembus kemacetan dan banjir, bisa-bisa baru besok pagi sampai. Belum lagi kami harus menanggung risiko kendaraan macet di tengah banjir. Daripada menanggung kerugian banyak, lebih baik penumpang kami turunkan saja di Rembang,’’ tegasnya.

Selain itu mereka tidak berani mengambil jalur Blora - Purwadadi-Semarang karena tidak diperbolehkan aparat. Para penumpang yang hendak ke Semarang mengaku kecewa karena diturunkan di Terminal Rembang. Irfan penumpang dari Lamongan yang hendak ke Semarang mengatakan terpaksa mengeluarkan ongkos yang lebih besar.(H19,ad-77)

Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER