panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Suara Kedu
16 Februari 2008
DIY Berpeluang Jadi Kota Pusaka Dunia
YOGYAKARTA - Warga Daerah Istimewa Yogyakarta dan Solo, Jateng, boleh berbangga dan senang. Sebab kedua kota tersebut berpotensi menjadi Kota Pusaka Dunia layaknya Paris, Kyoto, dan Quebeq.

Kedua kota itu memiliki gedung-gedung peninggalan sejarah yang hingga kini masih berdiri.
Namun, menurut Ketua Paguyuban Pusaka Jogja,  Laretna T Adishakti, bila warga dan pemerintah tidak bisa mengelola dan melestarikan, gedung-gedung bersejarah itu bakal hilang.

’’Sebagai gantinya, berdiri mal atau pusat perbelanjaan,’’ ujar staf Pengajar Pusat Pelestarian Pusaka Arsitektur, Jurusan Arsitektur dan Perencanaan Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada dalam diskusi terbatas dengan wartawan di Asram Gallery, Yogyakarta, Jumat (15/2).
Dalam diskusi dengan tema ”Penerbangan dan Internasional Langsung dan Potensi Ekonomi Pariwisata DIY” tersebut, juga tampil pembicara Drs HA Hafidh Asrom MM, anggota DPD RI DIY.

Jadi, lanjut dia mengungkapkan, bila kedua kota ini dirawat dan dikemas dengan tetap melestarikan benda-benda atau bangunan-bangunan bersejarah, bakal menjadi Kota Pusaka Dunia.
’’Apa yang sampaikan ini berdasar data Kota Pusaka Dunia, the Orgazation of Word Heritage Cities yang berkedudukan di Quebeq,’’ ungkap dia.

Butuh Dana

Namun sayang, tambahnya, bangunan-bangunan di kedua kota ini kurang terawat. ’’Apabila kedua kota  bisa melestarikan, bangunan-bangunan kuno itu bisa mendatangkan wisatawan,’’ ujarnya.
Namun dia juga tidak menyalahkan pemilik gedung atau bangunan kuno, apabila kurang melakukan perawatan.

Sebab, kata dia, untuk perawatan benda-benda atau bangunan-bangunan bersejarah itu, dibutuhkan dana besar.
Untuk melestarikan bangunan-bangunan atau gedung peninggalan sejarah ini butuhkan payung hukum yang tegas dan transparan. Dengan demikian, pihak yang merusak ataupun membongkar gedung tersebut bisa kena sanksi hukum.
Hafidh Asrom mengatakan, terkait dengan pembukaan kembali penerbangan internasional langsung (’direct flight’) dari dan menuju ke Bandara Internasional Adisutjipto, Yogyakarta, bila ditinjau dari perspektif ekonomi, akan ada beberapa manfaat.

Pertama, kata dia, manfaat terhadap perdagangan, khususnya yang menyangkut eksport-import. Perkembangan ekspor dan impor dari 2002-2006 naik lumayan.
Tahun 2002, nilai ekspor dari Yogyakarta, 100,348 juta dolar AS.Tahun 2003 106,207 juta dolar AS, tahun 2004 119,006 juta dolar AS, dan tahun 2005 sebesar 17,375 juta dolar AS. Namun tahun 2006 turun jadi 14,890 juta dolar AS.
Sementara nilai produk dari luar negeri yang masuk ke DIY, tahun 2002 0,165 juta dolar AS, tahun 2003 0,918 juta dolar AS, tahun 2004 1,256 juta dolar AS, tahun 2005 0,108 juta dolar AS, dan tahun 2006 0,281 juta dolar AS. (sgt-72)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER