panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
04 Agustus 2012 | 13:57 wib
Ramadan dan Peduli Lingkungan
image

MENJALANKAN ibadah puasa di bulan Ramadan tidak bisa diartikan hanya untuk menahan lapar dan dahaga. Ramadan sebagai bulan penuh berkah juga harus mampu mengajak manusia sebagai makhluk Tuhan untuk peduli terhadap lingkungannya.

Ibarat pepatah "thek kliwer ing salumahing bumi" atau segala hal yang ada di atas bumi ini juga tetap harus menjadi perhatian. Ya, seperti prinsip yang selalu dipegang oleh Prof Dr Sudijono Sastroatmodjo MSi dalam hidupnya. Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) ini memiliki perhatian khusus kepada ciptaan Allah SWT, seperti tumbuhan, hewan, tanah, udara, air dan lainnya.

"Sebagai umat muslim kita harus percaya terhadap ciptaan Allah SWT yang ada diatas bumi ini. Maka itu, perlu bagi diri kita untuk juga menghormati keberadaan mereka dengan memelihara dan merawatnya," ungkapnya.

Sikap yang dilakoninya ini tidak lepas dari pengalaman masa kecilnya, saat lelaki kelahiran Pacitan 15 Agustus 1952 itu tumbuh dan besar bersama kakek dan neneknya di desa. Hidup di pegunungan, turut menggembala sapi, berkebun dan ke sawah membuatnya menyadari bahwa kebesaran Tuhan menciptakan lingkungan tersebut sungguh sesuatu yang luar biasa dan patut disyukuri.

Apalagi ketika hal itu dijalani saat berpuasa di bulan Ramadan, Sudijono mengaku, memang cukup berat ditambah pada waktu itu dirinya masih duduk di kelas dua sekolah dasar (SD). Namun didikan kakek yang keras justru membuatnya lebih kuat dalam menjalani puasa bagi anak seusianya.

"Capeknya memang bukan main ketika harus menggembala sapi di hutan dan saat berpuasa. Namun, kondisi itu membuat fisik menjadi terlatih untuk kuat menjalankan aktivitas apapun, sekaligus mendermakan diri kita kepada lingkungan dan ciptaan Tuhan seperti hewan dan tumbuhan," kata suami dari Sri Hapsarining Rochyani SPd MM itu.

Kini saat menjadi rektor di universitas konservasi yang berada di daerah Pegunungan Sekaran Gunungpati itu, dirinya berupaya untuk menjadikan kampus tersebut asri dan tempat nyaman bagi seluruh civitas akademikanya. 

"Memahami konservasi baik secara fisik ataupun non fisik dan dikaitkan dengan hikmah puasa maknanya sungguh luar biasa. Dalam implementasinya, bagaimana kita peduli, menghormati, merawat ciptaan itu yang ada disekitar ini," katanya yang pernah meraih penghargaan Kalpataru di Bidang Pelestarian Lingkungan Hidup itu.

Lebih lanjut ayah tiga putra ini menjelaskan, jangan karena puasa kemudian menjadi tidak peduli pada tanaman dan hewan yang hidup di kampus misalnya. Maka itu, dirinya selalu berinteraksi dan berkomunikasi kepada karyawan yang bertugas merawat tanaman di Unnes untuk senantiasa disirami dan diperhatikan.

Sebab menurutnya, jika sampai tidak mempedulikan tanaman, maka sama saja membiarkan diri manusia itu mati. Sehingga, dengan Ramadan ini tidak hanya ibadah kita yang harus dijaga tapi juga perlu memperhatikan lingkungan di sekitarnya.

( Anggun Puspita / CN31 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
image
26 Juli 2014 | 15:46 wib
Dibaca: 1198
image
26 Juli 2014 | 13:32 wib
Dibaca: 296
25 Juli 2014 | 19:24 wib
Dibaca: 6374
image
24 Juli 2014 | 14:08 wib
Dibaca: 713
image
23 Juli 2014 | 22:44 wib
Dibaca: 390
image
23 Juli 2014 | 19:12 wib
Dibaca: 1576
image
23 Juli 2014 | 18:58 wib
Dibaca: 261
image
22 Juli 2014 | 22:37 wib
Dibaca: 280
22 Juli 2014 | 15:09 wib
Dibaca: 330