panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
01 Agustus 2012 | 18:18 wib
Pesantren di Tengah Pemukiman Warga
Ponpes Darur Abror dan Warga Saling Menguntungkan
image

(suaramerdeka.com/ Diantika PW)

MELEWATI jalan sempit di tengah pemukiman warga, rombongan suaramerdeka.com, Rabu (1/8) pagi,  menuju Pondok Pesantren (Ponpes) Darur Abror di Desa Kedungjati, Kecamatan Bukateja, Purbalingga. Di depan area ponpes tersebut, kami disapa hijaunya pepohonan dan kebun nanas. Perjalanan mengunjungi Ponpes Darur Abror merupakan putaran sarasehan jurnalistik kedelapan selama bulan Ramadan ini.

Berbeda dengan ponpes pada umumnya yang terletak di lingkungan tersendiri, ponpes yang didirikan KH Abror Mushodiq ini justru berada di lingkungan pemukiman warga. Sehingga ketika pondok ada kegiatan akbar, jalan desa itu terpaksa ditutup selama kegiatan berlangsung.

"Antara pondok dan warga saling memahami dan kami juga saling menguntungkan. Selain banyak warga setempat yang mengaji di sini, ponpes ini pun secara tidak langsung mampu mengangkat desa Kedungjati Bukateja sehingga sekarang lebih dikenal masyarakat luas," papar KH Abror kepada suaramerdeka.com, Rabu (1/8).

Dikatakan KH Abror, Ponpes Darur Abror mulanya hanya berupa masjid, Darur Muttaqin. Pada waktu itu, KH Abror Mushodiq berupaya mendirikan masjid di atas tanah wakaf KH Nachrowi seluas 840 m2. Ketika tahun 1989, beliau mendirikan Madrasah Diniyah al Amiriyah di dekat masjid tersebut. Lama-kelamaan semakin banyak santri yang belajar mengaji di pesantren asuhan KH Abror yang menjabat sebagai Ketua MUI Purbalingga periode 2006 sampai sekarang itu.

Kemudian pada tahun 1991, madrasah itu dialihfungsikan sebagai pondok pesantren. Nama ponpes yang semula Darunnajah itu kemudian diubah menjadi Ponpes Darur Abror. Saat ini jumlah santri yang tinggal di asrama sebanyak 60 putra dan 70 putri. Sedangkan jumlah santri yang tidak menetap jauh lebih banyak.

"Kami juga mengadakan pengajian akbar setiap Selasa pagi dengan jumlah pengunjung yang selalu banyak, bahkan rata-rata mencapai 400 orang," imbuh KH Abror.

Para santrinya sebagian ada yang sekolah di SD/MI, SMP/MTs, dan SMA. Mereka tidak hanya berasal dari penduduk asli setempat, tetapi juga berasal dari sejumlah daerah lain di luar Kabupaten Purbalingga. Bahkan ada pula yang berasal dari luar pulau Jawa, di antaranya Palembang, Jambi, hingga Kepulauan Riau.

( Diantika PW / CN27 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
image
26 Juli 2014 | 15:46 wib
Dibaca: 1207
image
26 Juli 2014 | 13:32 wib
Dibaca: 300
25 Juli 2014 | 19:24 wib
Dibaca: 6388
image
24 Juli 2014 | 14:08 wib
Dibaca: 733
image
23 Juli 2014 | 22:44 wib
Dibaca: 396
image
23 Juli 2014 | 19:12 wib
Dibaca: 1581
image
23 Juli 2014 | 18:58 wib
Dibaca: 266
image
22 Juli 2014 | 22:37 wib
Dibaca: 286
22 Juli 2014 | 15:09 wib
Dibaca: 336