panel header


KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
Kanal Sehat -- Empat Manfaat Kasih Ibu bagi Kesehatan Anak Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
29 Juli 2012 | 13:29 wib
80 Persen Santri Walisongo dari Luar Jawa

SRAGEN, suaramerdeka.com - Belajarlah hingga ke Negeri China. Meski nampaknya Negeri Gingseng terlampau jauh, namun ungkapan ini sedikit menggambarkan keadaan Pondok Pesantren Walisongo, Sragen. Sebab meskipun berada di wilayah Jateng, namun sekitar 80 persen santri yang belajar di ponpes itu justru berasal dari luar Pulau Jawa.

Direktur Pendidikan Ponpes Walisongo, Puji Hapsari membenarkan hal tersebut. Meski begitu, jarak ponpes yang jauh dari daerah asal mereka tidak mengurangi semangat para santri.

"Hanya saja di awal-awalnya, bahasa menjadi kendala bagi mereka warga dari luar Jawa yang baru masuk ke ponpes ini," kata Puji ketika dijumpai suaramerdeka.com dalam acara Sarasehan Jurnalistik 2012 di Ponpes Walisongo, Sragen, Minggu (29/7).

Dikatakan Puji, banyaknya santri dari luar Pulau Jawa, terutama Sumatera tidak terlepas dari usaha dakwah pendiri Ponpes Walisongo, KH Ma’ruf Islamuddin. Pria kelahiran 1966 yang kerap disapa "Abah" ini kerap menggelar dakwah di wilayah Sumatera.

Ditanya soal kendala transportasi para santrinya, Puji pun mebeberkan fasilitas mudik berasama yang diberikan kepada seluruh santri di lingkungan Ponpes Walisongo.

"Kami memberikan fasilitas mudik bersama dengan transportasi yang telah kami persiapkan untuk para santri yang berasal dari luar Pulau Jawa. Ini untuk lebih memudahkan pemantauan dan koordinasi seagai bentuk tanggung jawab kami," pungkasnya.

Ponpes yang berada di Dukuh Sungkul RT 12 RW 04, Kelurahan Plumbungan, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen ini tidak hanya berkonsep salafiah atau mempelajari agama Islam murni itu. Namun, seiring berjalannya waktu, tepatnya sejak tahun 2006, pihak Ponpes mulai mendirikan sekolah mulai dari TK, SD, SMP, SMA dan SMK.

"Perpaduan antara agama murni dengan pengetahuan umum yang diajarkan di sekolah, menjadikan keseimbangan dalam diri para santri," ujar Abah secara terpisah.

( Diantika PW / CN33 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 Agustus 2013 | 09:41 wib
Dibaca: 1565
image
05 Agustus 2013 | 02:19 wib
Dibaca: 881
image
04 Agustus 2013 | 19:26 wib
Dibaca: 1062
image
04 Agustus 2013 | 17:49 wib
Dibaca: 1481
03 Agustus 2013 | 15:34 wib
Dibaca: 1108
03 Agustus 2013 | 14:46 wib
Dibaca: 3056
image
03 Agustus 2013 | 12:16 wib
Dibaca: 549
image
04 Agustus 2013 | 09:29 wib
Dibaca: 367
03 Agustus 2013 | 06:58 wib
Dibaca: 256
02 Agustus 2013 | 05:40 wib
Dibaca: 429