panel header


MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
25 Juli 2012 | 22:02 wib
Bubur India Diserbu Warga Luar Kota
image

BUBUR INDIA: Seorang pengurus menuangkan kuah sayur rambak dan rempela hati ayam ke bubur yang telah disajikan di  serambi belakang masjid Jami' Pekojan Semarang, Rabu (25/7). (suaramerdeka.com / Maulana M Fahmi)

KUALI ukuran jumbo tidak asing bagi Ngatiman (70) saat bulan Ramadan. Belasan kilogram beras beserta rempah-rempah ia sulap menjadi Bubur India yang disajikan sebagai menu buka puasa khas Masjid Jami' Pekojan. Lebih dari 20 tahun ia telaten menata tungku dan meniup tumpukan arang agar menjadi api di masjid yang berada di Jalan Petolongan Semarang.

Ritual pembuatan bubur telah beralangsung selama 134 tahun sama dengan umur masjid yang diperkirakan pada 1878 masehi. Ngatiman bukan warga sekitar, namun tertambat sebagai pengurus masjid kemudian menghibahkan diri sebagai juru masak dengan Mat Shoim (72) yang telah memasak selama 22 tahun.

Mat Shoim warga asli Genuk Demak merantau menjual buah kemudian menetap sebagai takmir masjid. Keduanya saban sore sabar melayani warga sekitar yang didominasi anak-anak pemburu bubur India untuk dibawa pulang. Puluhan panci dan mangkok dijajar di atas meja dekat kuali satu persatu diisi.

Ngatiman berpacu dengan panitia yang menyediakan 150 mangkuk agar segera diisi. Empat sukarelawan laki-laki membantu menuang bubur dan menata di serambi masjid. Kebanyakan warga dan anak-anak dilayani setelah kuota untuk masjid terpenuhi, namun ada juga yang tergesa-gesa mengambil bubur dimasukkan wadah plastik.

Pemburu bubur tidak hanya warga sekitar. Mulyani (37) warga Tangjung Emas rela menempuh jarak berkilometer bersama kedua anaknya agar dapat membawa pulang semanci bubur penuh rempah itu. Ia telah mendengar Bubur India Pekojan lama, namun kali pertama itu datang ke sumbernya langsung.

"Kebetulan anak saya sekolah di SD dekat masjid, jadi sekalian saja ingin mencoba. Katanya enak," ujarnya, Rabu (25/7).

Rempah-rempah

Mat Shoim membeberkan resep rahasia bubur yang diwariskan turun temurun. Selain bahan utama berupa beras putih. Delapan jenis rempah wajib diramu yakni jahe, serai, daun salam, daun pandan, bawang merah-puith, wortel, kayu manis, dan sayur. Ditambah cengkih juga agar lebih nikmat.

Cara memasaknya, kata Shoim, diawali dengan mengodok air hingga mendidih bersama rempah-rempah tersebut. Kemudian beras dimasukkan dan diaduk. "Terakhir masukkan santan. Setiap kali masak menghabiskan 15 kepala tua," kata Shoim.

Waktu memasak membutuhkan 1,5 jam mulai pukul 12.30 hingga 14.00. Api dari arang kemudian dimatikan sebagian dan didiamkan untuk menunaikan salat Asyar. Menutur Takmir Masjid, Ali Baharun, saban hari beras yang dimasak mencapai 18 kilogram dengan porsi 150-200 mangkuk. "Bahan-bahan dari swadaya warga," ujarnya.

Kenikmatan bubur terletak paduan rempah dan santan ditambah lauk berupa sayur ampela ati dan kricak dengan dimasak bumbu kuning. Menurut Ali pemburu bubur kebanyakan musafir dan keluarga luar wilayah. Pernah ada keluarga dari Jawa Timur sengaja menyempatkan diri mengudap menu buka puasa itu.

"Bubur India memang nikmat dan tepat dicerna saat perut tidak mencerna 12 jam," katanya menawarkan warga untuk mencobanya.

( Zakki Amali / CN26 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
image
26 Juli 2014 | 13:32 wib
Dibaca: 17
25 Juli 2014 | 19:24 wib
Dibaca: 1514
image
24 Juli 2014 | 14:08 wib
Dibaca: 381
image
23 Juli 2014 | 22:44 wib
Dibaca: 225
image
23 Juli 2014 | 19:12 wib
Dibaca: 1147
image
23 Juli 2014 | 18:58 wib
Dibaca: 164
image
22 Juli 2014 | 22:37 wib
Dibaca: 152
22 Juli 2014 | 15:09 wib
Dibaca: 169
22 Juli 2014 | 14:03 wib
Dibaca: 104