panel header


AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Liputan Haji
22 Oktober 2012 | 13:04 wib
Bank Muamalat Hentikan Dana Talangan Haji

SOLO, suaramerdeka.com - Membludaknya peminat dana talangan haji di Solo membuat Bank Muamalat kewalahan. Tahun ini, bank tersebut menyetop penyaluran dana talangan haji dengan memperbesar ujrah (biaya administrasi) dan memperpendek tenor pelunasan.

Alternate Branch Manager Bank Muamalat, Alwan Jihadi menyampaikan, keputusan ini tidak berlaku secara nasional. Masing-masing cabang diberi wewenang untuk tetap melanjutkan atau menghentikan pelayanan produk ini. Cabang Solo, memilih untuk menekan pertumbuhan pasar produk ini dengan berbagai alasan.

"Salah satunya tentu adalah melihat daftar antrean haji yang makin panjang. Kami tidak ingin keberadaan produk kami justru akan memperpanjang antrean haji tersebut," kata dia kepada wartawan, Senin (22/10).

Tidak hanya itu, keputusan yang diberlakukan sejak Maret tahun ini juga diambil untuk tetap mempertahankan kinerja bank. Penyaluran dana talangan haji dikenal mudah, cepat dan tanpa terlalu banyak syarat. Dengan adanya jaminan kursi haji yang ada di Kementerian Agama, bank cenderung lebih royal menggelontorkan pembiayaan jenis ini.

Kelemahannya, analisis sumber pengembalian dana menjadi kurang detil. Kemudian beberapa nasabah mengalami gagal bayar. Walaupun jika benar nasabah mengalami kredit macet, dana sebenarnya masih tersimpan di kementerian, dan calon jamaah akan gagal berangkat.

"Namun, proses pembatalan haji di Kemenag tidak gampang. Ada berbagai proses yang harus dilalui sebelum uang cair dan kembali ke bank," imbuh dia.

Sampai 2011, pihaknya telah menyalurkan dana talangan haji sampai Rp 48 miliar. Jumlah ini dirasa sangat besar, dengan risiko yang juga besar. Jika saja sebagian besar calon jamaah mengalami kredit macet, tentu hal ini akan berpengaruh pada kolektabilitas bank. Terlebih tahun kemarin pihaknya belum menggunakan sistem angsuran dalam pelunasan pembiayaan ini.

"Selain menaikkan ujrah dari Rp 2,5 juta menjadi Rp 5 juta, aturan baru juga mensyaratkan harus ada angsuran per bulan. Selama ini, nasabah bisa membayarkan lunas talangan pada saat jatuh tempo. Hal ini juga dilakukan untuk mengurangi risiko kredit macet," ujarnya.

Dengan aturan baru ini, besaran talangan haji bisa ditekan sampai Rp 18 miliar. Nasabah, diwajibkan untuk melunasi talangan tersebut dalam kurun satu tahun. Jika terjadi kredit macet, nasabah hanya mendapat satu kali kesempatan perpanjangan kredit. Jika masih terjadi gagal bayar, kursi haji akan dibatalkan.

( Astuti Paramita / CN26 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
17 April 2014 | 03:23 wib
Dibaca: 565
16 April 2014 | 12:14 wib
Dibaca: 865
03 April 2014 | 13:45 wib
Dibaca: 553
09 Maret 2014 | 03:05 wib
Dibaca: 505
19 Februari 2014 | 13:30 wib
Dibaca: 470
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER