

KRAKOW, suaramerdeka.com - Tiga hari yang lalu, bek tengah Italia, Leonardo Bonucci, membungkam mulut Mario Balotelli untuk mencegah pemain muda penuh talenta itu mendapat lebih banyak masalah.
Dan jika ia harus melakukannya kembali, Bonucci akan dengan senang hati mengulangi tindakan itu, meski pelatih Italia, Cesare Prandelli, menyebut hal itu sebagai "protektif", lapor AFP.
Kelakuan kontroversial Balotelli telah mendominasi judul-judul surat kabar yang mewarnai perjalanan tim Italia di Piala Eropa 2012, dan reaksi marah sang pemain saat mencetak gol pada pertandingan terakhir Grup D sangat menyedot perhatian publik.
Kamp latihan Italia tetap bersikap bungkam terhadap siapa sosok yang menjadi subyek kemarahan Balotelli.
Balotelli dibangku cadangkan oleh Prandelli dan hanya bermain selama 20 menit pada fase akhir pertandingan, di mana ia mendapat cemooh dari pendukung Irlandia dan sebelumnya ia telah mendapat banyak kritik dari pewarta-pewarta Italia.
Balotelli merupakan seseorang yang sangat tergantung pada suasana hatinya, terdapat banyak pertanyaan mengenai apakah dirinya dapat berpadu dengan rekan-rekan setimnya, namun Bonucci mengklaim bahwa sama sekali tidak ada pemisahan di kamp latihan.
Italia bermain melawan Inggris di Kiev pada perempat final terakhir Piala Eropa 2012 pada Minggu, dan Bonucci mengatakan bahwa pasukan Roy Hodgson memiliki sedikit keunggulan atas tim Italia.
Meski demikian, ia percaya Azzurri akan menjadi tim yang lebih kuat daripada lawannya tersebut.
( Wahyu Putranto / smcn )