
SAKSIKAN FOTO: Sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Tegal menyaksikan pameran foto yang digelar di Pendapa Ki Gede Sebayu Kota Tegal, Kamis (9/2). Foto-foto yang dipamerkan merupakan hasil lomba foto yang dilaksanakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) ke-66 dengan tema meningkatkan profesionalisame wartawan menjawab tantangan perubahan zaman. (suaramerdeka.com/ Wawan Hudiyanto)
RUSAK PARAH: Seorang warga membersihkan sisa longsoran bukit yang menimpa rumah milik Usup, penduduk Tegalsari Perbalan RT 3 / RW 3 Kelurahan Wonotingal, Kecamatan Candisari, Semarang Kamis (9/2). Atas bencana ini, istri Usup, Ny Wiji menderita luka-luka di tangan dan kepala. Longsor terjadi Selasa (7/2) malam menyebabkan rumah Usup rusak parah. Diduga, masih ada sebuah sepeda motor yang terkubur. (suaramerdeka.com / Bambang Isti)
POTONG TUMPENG: Syukuran dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) dan HUT PWI ke 66 berlangsung di gedung Pers, jalan Tri Lomba Juang Semarang, Kamis (9/2). Ketua panitia Y Eko Suprianto memotong tumpeng yang diserahkan kepada wartawan senior Sutrisna (kiri) disaksikan Ny Sudadi wakil Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI). Sebelumnya kegiatan diisi dengan ziarah ke makam Burhan, ketua PWI Jateng pertama. (suaramerdeka.com/Bambang Isti)
MENEMPEL: Ratusan ulat berkepala kuning masih mengancam warga jalan Penembahan Senopati, perumahan Sulanji, Kelurahan Ngalian, Semarang. Ulat-ulat itu menempel di hampir semua pohon seperti angsana atau pohon petai. Hingga Kamis ini (9/2), belum ada tindakan nyata dari petugas terkait. (suaramerdeka.com / Bambang Isti)
DISUCIKAN: Forum Jurnalis Magelang (FJM) menggelar peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2012 dengan ritual jamasan kamera.
Peralatan kerja jurnalis seperti kamera, kamera video, tape recorder, blocknote sampai ID Card ditaburi dengan bunga mawar. Hal ini sebagai simbol tantangan wartawan untuk selalu bekerja secara obyektif, independen dan membela kebenaran. (suaramerdeka.com/MH Habib Shaleh)
RUMAH HILANG: Sebuah rumah milik Supriyadi (50) alias Pawit di Kelurahan Panjer, Kecamatan/Kabupaten Kebumen hilang setelah terbawa longsor tebing sungai Luk Ulo, Kamis (8/2) sekitar pukul 11.30 WIB. Di sekitar lokasi tersebut, sebanyak tujuh rumah warga dan satu mushola terancam hilang terbawa longsor. (suaramerdeka.com/ Supriyanto)
MENGGANGGU: Di tepi tanggul "danau" air payau di lahan milik PT Kereta Api (Persero) di jalan Ronggowarsito Semarang penuh dengan sampah, akibat pembuangan liar. Jika dibiarkan, kondisi itu akan mengganggu lingkungan dan mengurangi keindahan. "Danau" tersebut kini lebih sering digunakan orang mencari ikan air tawar dengan cara memancing atau menjaring. (suaramerdeka.com / Bambang Isti)





Rima Yunita
Daniel Arie






