image

Foto: suaramerdeka.com / Joseph Army Sadhyoko

12 September 2017 | 19:49 WIB | Cabang Olahraga

Tertarik Ikuti Jejak Saudara

KETERTARIKAN pada suatu cabang olahraga, ternyata tidak serta merta menitis hanya dari orang tua saja. Banyak faktor yang mendorong seorang atlet sampai jatuh cinta, dan rela menekuninya meskipun itu tidak mudah.

Seperti yang dialami pesenam ritmik andalan tim Porprov Kota Semarang dan Popnas Jateng, Norika Dinda Putri Aliani. Kecintaannya pada olahraga yang membutuhkan kelenturan tubuh dan akurasi gerakan ini, dimulai dari empat saudara sepupunya yang sudah lebih dahulu menggeluti senam ritmik.

Bersaudara dengan tiga pesenam ritmik lainnya, yakni Deby Salima, Candra Kartika, dan Fanny Evelina, Dinda sapaan akrab dara cantik kelahiran Semarang 20 Januari 2002 ini, mengawali latihan di Klub Senam Wimilia Semarang. Bersama pelatih senam ritmik Wimilia Elly Puji Kusumawati, siswi kelas X SMA 12 Semarang ini perlahan-lahan diajarkan beberapa gerakan dan penguasaan lima alat senam ritmik, yaitu gada, pita, simpai, bola, dan tali.

"Awalnya kesulitan belajar menguasai satu persatu alat, ditambah gerakan, dan harus menyesuaikan dengan musik. Saya sempat putus asa, namun pelatih terus memotivasi untuk bertahan dan tidak menyia-nyiakan kesempatan. Khususnya saat dipercaya tampil di berbagai kejuaraan," tutur putri sulung dari dua bersaudara pasangan Ali Usman dan Puri Listiani ini.

Berkat kegigihan dan semangatnya dalam berlatih, ditambah dukungan orang tua dan saudara-saudara sesama pesenam ritmik. Akhirnya alumnus SD Sekaran 1 dan SMP 13 Semarang ini mulai beradaptasi dan berhasil meraih berbagai prestasi, antara lain medali perak nomor Freehand di O2SN 2012, dua emas nomor beregu dan Freehand Porprov Banyumas 2013, medali perak nomor gada dan perunggu di nomor beregu di Kejurnas Yunior Surabaya 2014, dan tiga emas nomor serba bisa dan simpai di Kejurprov Yunior Semarang 2017.

Dengan raihan prestasi ini, Dinda masih ingin menjajal kompetisi di arena multievent seperti PON Papua 2020 mendatang. "Saya tertantang untuk bisa sampai ke PON. Mudah-mudahan cita-cita bisa terwujud," harap pemilik tinggi 160 sentimeter dan berat 47 kilogram ini.

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, Dinda tidak pernah absen berlatih, baik di Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes dan GOR Pegandan Semarang.

(Joseph Army Sadhyoko /SMNetwork /CN26 )