image

DILANTIK: : Segenap pengurus baru Perkemi Kota Magelang foto bersama usai dilantik dan bertekad mengembalikan kejayaan olahraga kempo di Magelang. (suaramerdeka.com / Asef Amani)

19 Januari 2018 | 04:53 WIB | Cabang Olahraga

Perkemi Kota Magelang Siap Kembalikan Kejayaan Kempo

MAGELANG, suaramerdeka.com– Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Kota Magelang bertekad mengembalikan kejayaan olahraga kempo di Kota Magelang, seperti 10-15 tahun lalu. Hal itu menjadi komitmen para pengurus baru Perkemi periode 2017-2021 yang baru dilantik, Rabu (17/1) malam.

Ketua Perkemi Kota Magelang, Kholid Abidin mengatakan, olahraga kempo pernah berjaya di Kota Sejuta Bunga. Seiring berjalannya waktu, olahraga yang berasal dari Jepang ini sempat mengalami kemunduran dan kurang diminati generasi muda. “Dulu, kempo Kota Magelang termasuk dalam tim andalan Jawa Tengah. Banyak kenshi (atlet kempo) Magelang yang mendominasi di Jateng. Maka, di pengurusan baru ini, kami bertekad mengembalikan kejayaan itu,” ujarnya usai dilantik.

Dia menjelaskan, kempo merupakan olahraga beladiri yang berbeda dari beladiri lainnya. Olahraga ini memiliki tekhnik goho (keras) dan yuho (lunak). Kempo juga sudah masuk dalam  cabor yang dipertandingkan di pekan olahraga daerah hingga nasional. “Pasang surut yang terjadi pada kempo, salah satunya karena sulit dalam pembibitan. Maka, mulai kepengurusan baru ini, kita ingin melakukan pembibitan atlet sejak dini dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga menengah (SMA),” katanya.

Selain itu, katanya, perguruan-perguruan kempo yang sudah ada namun tidak aktif akan kembali diaktifkan. Untuk sementara, perguruan (dojo) masih terpusat di Stadion Moch Soebroto Magelang dengan jumlah pengurus 20 orang dan 40an kenshi.

“Meski sedang turun, kami tetap bangga, karena sempat mendulang prestasi pada pekan olahraga Kedu Pekalongan Banyumas (Dulongmas) tahun 2015 lalu. Kempo termasuk dalam salah satu olahraga penyumbang medali terbanyak, yakni dua emas, dua perak, dua perunggu,” jelasnya.

Ketua Perkemi Jawa Tengah, Bambang Haryono menyebutkan, olahraga Kempo di Magelang muncul sekitar tahun 1972 setelah Semarang dan Salatiga. Dia membenarkan jika kempo Kota Magelang sempat menjadi andalan di Jawa Tengah. “Magelang sering jadi juara dalam setiap lomba maupun kejuaraan. Maka, kami sangat berharap agar pengurus Perkemi yang baru ini bisa memotivasi yang muda dan memotivasi yang sudah tua untuk aktif kembali,” terangnya.

(Asef Amani /SMNetwork /CN26 )