image

Foto: Istimewa

28 Desember 2017 | 18:50 WIB | Cabang Olahraga

Alex: Program Taekwon-do Start ke PON

SEMARANG, suaramerdeka.com –Pengprov Taekwon-do Indonesia (TI) Jateng telah start dalam persiapan atlet menuju PON XX 2020 di Papua, walau secara organisasi kepengurusan yang baru belum lagi dilantik. Ada sekitar 23 taekwon-doin saat ini digembleng lewat pemusatan latihan di Semarang melalui sistem promosi - degradasi.

Hal ini dikatakan Ketua Umum Pengprov TI, Alex Haryanto, yang belum lama ini terpilih secara aklamasi dalam musyawarah luar biasa di Solo. "Bagi kami soal pengurus yang belum dilantik, tak boleh menghentikan program pembinaan dan peningkatan prestasi. Inilah bagusnya keluarga taekwon-do, kami berjalan bersama untuk satu tujuan," katanya.

Mantan pelatih nasional untuk Olimpiade Kosel tahun 1988 dan Barcelona 1992 itu menyebutkan, perkembangan teknik (jurus) sangat pesat, sehingga jika terlambat dalam mengadopsi ilmu, Jateng akan tertinggal dari daerah lain. Hal ini dia ingatkan, karena jika teknik berubah, peraturan pasti akan berubah, kemudian pola berlatih pun mengikuti.

Karena itu, TI akan mendatangkan pelatih dari Korea Selatan untuk menangani para atlet, khususnya  mereka yang diproyeksikan ke PON Papua. Alex merencanakan Januari nanti bertolak ke Korea untuk  negosiasi dengan teman-temannya di Negeri Ginseng itu. Dia memang sudah sangat akrab dengan kalangan pelatih di sana, sehingga untuk kebutuhan itu tidak bakal sulit. ‘’Gambaran sudah ada, tapi jangan disebutkan dulu,’’ ujarnya.

Potensi cabang ini bersaing di PON mendatang sangat besar, namun peluang itu bisa saja hilang jika tidak diantisipasi mulai sekarang. Pengalaman beberapa tahun terakhir, Jateng yang di tingkat yunior selalu terbaik di Tanah Air, namun di tingkat senior bisa dikalahkan daerah lain. "Kita lihat saja data di PON Kaltim dan Jabar. Ini artinya, daerah lain pasti lebih cepat mengatasi tantangan daripada Jateng," katanya .

Karena itu, peningkatan prestasi dari atlet yunior ke senior perlu dijaga dengan baik, bukan hanya dari sisi semangat berlatih semata, namun juga dengan pola dan sistem pelatihan yang benar. Ini memang tidak mudah, kata Alex, perlu adanya satu tekad yang kuat dari pengurus.

Ia juga mengingatkan agar pemerintah  daerah perlu memikirkan dukungan dana untuk pembinaan olaharaga ini. "Saya tidak tahu,entah KONI atau Disporapar yang menangani soal dana ini. Bukan persoalan layak, pantas atau tidak. Terpenting dana jangan sampai menghambat program pembinaan, apalagi salah sasaran," katanya.

(I Nengah Negara Seni /SMNetwork /CN26 )