image

PERMAINAN NET: Pebulutangkis asal Cilacap, Dwiyoko (kanan) melayani permainan net yang dilakukan lawannya Wiji pada Pra Peparprov Jateng di GOR Sinar Kasih Solo, akhir pekan lalu. (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)

27 November 2017 | 18:38 WIB | Raket

Atlet Eks-Pelatnas Tak Terbendung

  • Kualifikasi Bulutangkis Peparprov

SOLO, suaramerdeka.com- Atlet-atlet eks pelatnas bulutangkis National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, tak terbendung pada kualifikasi Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) Jateng di Solo, Kamis-Sabtu (23-25/11). Beberapa di antara mereka yang terjun pada pertarungan di GOR Sinar Kasih tersebut, tak tergoyahkan.

Dwiyoko, misalnya. Pebulu tangkis asal Cilacap yang turun di klasifikasi lower 3 tunggal putra itu menang mudah dalam duel strigth set, 21-8 dan 21-16 atas rivalnya, Wiji (Sukoharjo). Sedangkan di kelas wheel chair 2 tunggal putra, atlet Solo Agus Budi Utomo bertemu dengan sesama rekan eks-pelatnas, Supriadi (Boyolali). Agus memenangi duel rubber set, 17-21, 21-13 dan 21-10.

"Para atlet eks-pelatnas memang punya pengalaman jauh lebih banyak ketimbang peserta lain. Sebab mereka lebih sering berlatih intensif saat pelatnas digelar," kata technical delegate bulu tangkis, Yunita Ambar Wulandari, Senin (27/11).

Puluhan pebulutangkis dari berbagai daerah di Jateng bersaing pada babak prakualifikasi tersebut. Mereka terbagi dalam sepuluh kelas, sesuai klasifikasi disabilitasnya masing-masing. ‘’Tapi karena tidak setiap kelas memenuhi persyaratan minimal, akhirnya ada beberapa kelas yang digabung,’’ jelasnya.

Terpisah, Dwiyoko mengaku keikutsertaannya dalam ajang kualifikasi tersebut sekaligus dimanfaatkan guna terus mengasah kemampuan. Sebab, setelah Asean Para Games (APG) 2017 di Kuala Lumpur (Malaysia) beberapa waktu lalu, pelatnas otomatis rampung. Jadi sambil menunggu pelatnas berikutnya, dia turut bertanding di Pra Peparpenas.

"Memang target saya menang di ajang ini, sambil menunggu pelatnas Asian Para Games 2018. Mungkin dalam bulan-bulan mendatang,’’ tutur pria yang sudah berkali-kali mengenyam gemblengan di pelatnas NPC tersebut.

Peraih medali perak dan perunggu di APG Malaysia tersebut mengungkapkan, kemampuan diri mesti harus terus dijaga sehingga saat pelatnas kembali digelar sudah siap. "Saya ingin tetap terus menyumbang medali bagi Indonesia," tandasnya.

(Setyo Wiyono /SMNetwork /CN26 )