image

Foto: suaramerdeka.com / dok

20 November 2017 | 19:34 WIB | Raket

Rildo Ananda Ditantang Gede Widiade di Munas PP Pelti

JAKARTA, suaramerdeka.com -Ketua Umum PP Pelti Wibowo Suseno Wirjawan akhirnya mengumumkan para kandidat yang akan bersaing pada Musyawarah Nasional (Munas) PP Pelti di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 24-26 November ini. Berdasarkan nama calon ketua umum PP Pelti yang masuk tim penjaringan sejak dibuka mulai 2 Oktober - 5 November lalu, terdapat tiga kandidat yang mendaftarkan diri.

Ketiganya adalah Rildo Ananda Anwar, Anton Lukmanto dan Umbu Samapaty.Setelah diverifikasi mulai 6-10 November, hanya Rildo Ananda yang dinyatakan lolos administrasi. Sebab, Rildo mendapat dukungan lebih dari 10 pengurus daerah (Pengda) sesuai syarat yang ditentukan, sedangkan dua lainnya tak mampu menunjukkan kelengkapan administrasi.

Namun dalam perjalanannya, ada satu nama lagi yang mendaftarkan diri sebagai calon ketua umum untuk menantang Rildo Ananda Anwar. Nama itu adalah Gede Widiade. "Nama Gede masuk tanggal 10 November. Menurut evaluasi kami, Gede cukup memenuhi administrasi. Jadi Munas nanti ada dua calon, Gede dan Rildo," kata Wibowo Suseno Wirjawan atau akrab disapa Maman Wirjawan di Jakarta, Senin (20/11).

Di olahraga tenis, nama Gede Widiade tak pernah terdengar. Dia lebih dikenal di sepak bola. Saat ini, Gede menjabat sebagai manajer Persija Jakarta. Dia juga pernah menjadi petinggi Bhayangkara FC dan Persebaya Surabaya. Sedangkan Rildo Ananda Anwar merupakan mantan petenis era 80an. Ia masih sering berlatih tenis besama mantan petenis nasional seperti Yustedjo Tarik dan Atet Wiyono.

Saat ini Rildo aktif sebagai Irjen Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera). Sesuai persyaratan yang ditetapkan tim penjaringan, calon ketua umum PP Pelti bisa berasal dari pengurus harian PP Pelti, Pengda Pelti, Pengcab Pelti dan pecinta olahraga tenis. Setiap calon harus didukung minimal 10 Pengda.

Saat ditanya kenapa Gede Widiade masih bisa diakomodasi lantaran pendaftaran calon ketua umum sudah ditutup, Maman melontarkan jawaban. "Ini bukan menyalahi administrasi, ini dinamika yang mesti saya sikapi. Kami mempertimbangkan calon lain juga supaya tidak satu calon saja. Kalau lebih dari satu bisa ramai karena ini pesta demokrasi di Munas Pelti," ungkap Maman.

Dia juga tak transparan mengenai siapa saja dan berapa jumlah Pengda yang mengusung Gede Widiade, sehingga bisa diloloskan sebagai kandidat ketua umum. Berbeda dengan Rildo yang saat mendaftar, diumumkan secara resmi di Twitter Tenis Indonesia, bahwa Rildo didukung 14 Pengda.

(Arif M Iqbal /SMNetwork /CN26 )