image

Foto: AFP Photo

13 November 2017 | 07:36 WIB | MotoGP

Dovizioso Tegaskan Jika Lorenzo Tidak Menghalanginya

VALENCIA, suaramerdeka.com- Andrea Dovizioso membantah anggapan jika dirinya dihalangi Jorge Lorenzo di GP Valencia. Dalam balapan di Sirkuit Ricardo Tormo, Minggu (12/11) malam WIB itu, Lorenzo diduga tak membiarkan Dovizioso melaluinya meski sudah diberi kode.

"Saya senang karena kami sudah mencoba sampai akhir dan kesempatannya terbuka sampai 10 lap terakhir. Kami berkembang sepanjang akhir pekan, tapi kami tak cukup kencang. Saya benar-benar ada di batas sejak putaran pertama. Di awal saya ingin melewati Jorge, tapi di beberapa tikungan saya lebih lambat dan pada akhirnya dia menciptakan laju yang bagus," ujar Dovizioso dikutipAutosport.

Mengawali balapan dari urutan sembilan pada balapan, Dovizioso mematok target wajib menang demi menjaga kans juara sembari berharap Marquez, pesaingnya, finis di luar 11 besar. Selepas start Dovizioso pun mencoba melesat ke depan dan merangsek ke posisi enam di putaran pertama. Di lap berikutnya, dia ada di posisi lima sementara Marquez memimpin.

Pada prosesnya, Marquez sukses dilewati Johann Zarco di putaran ketiga dan dibuntuto Dani Pedrosa di tempat ketiga. Di sisi lain, Dovizioso berada di posisi kelima dan di depannya ada Lorenzo, sehingga diperkirakan dia akan memberikan jalan. Pada prosesnya, Ducati memberikan sinyal 'Suggested Mapping 8', seperti pada balapan di Malaysia lalu agar Lorenzo memberi jalan ke Dovizioso.

Namun, Lorenzo tetap saja di depan Dovizioso hingga timnya memberi sinyal '-1' dengan tanda panah ke bawah lewat pitboard --yang relatif lebih mudah terlihat. Namun, kedua pebalap tak lantas bertukar posisi sebelum akhirnya sama-sama jatuh di lap ke-24, yang sekaligus menandai berakhirnya mimpi juara dunia Dovizioso dan Ducati.

Melihat situasi di balapan tersebut, muncul dugaan Lorenzo mengeyel dan tak mematuhi perintah tim. Tapi Dovizioso menepis anggapan tersebut, menegaskan dirinya memang tak punya kecepatan untuk melewati sang rekan setim. "Bagus saja buat saya mengikutinya, saya bisa bertahan dengan mereka. Tapi kami sudah melewati batas kemampuan sepanjang balapan. Kami berdua melakukan kesalahan," imbuhnya.

Harus puas finis sebagai runner-up di kejuaraan dunia setelah memaksa pertarungan berjalan sampai seri terakhir, Dovizioso tak kecewa. Dia menyebut Ducati harus senang dengan capaian ini. "Kami harus senang, senang dengan jalannya kejuaraan," tandasnya. 

(Andika Primasiwi /Crash /CN26 )