image

Foto: suaramerdeka.com / dok

08 November 2017 | 19:50 WIB | Cabang Olahraga

Inasgoc Butuh Rp 800 Miliar untuk Broadcast Asian Games 2018

JAKARTA, suaramerdeka.com -Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (Inasgoc) membutuhkan dana sekitar Rp 800 miliar untuk keperluan broadcast Asian Games tahun depan. Anggaran tersebut dikeluarkan lebih banyak untuk sewa peralatan dari luar negeri.

Penyedia peralatan adalah International Games Broadcast Service (IGBS), sebuah perusahaan asal Swiss yang telah memenangkan tender hak siar Asian Games 2018. Menurut Direktur Broadcast Inasgoc, Linda Wahyudi, hampir semua cabang olahraga yang dipertandingkan pada Asian Games bakal disiarkan secara langsung.

"Dari 40 cabang olahraga, hanya dua yang tidak disiarkan live, yaitu bridge dan squash. Dua ini tetap di-cover, tapi modelnya akan high light satu jam," kata Linda Wahyudi di Jakarta, Rabu (8/11).

Untuk Indonesia, hak siar Asian Games jatuh di tangan Emtek Group yang menaungi SCTV, Indosiar, O Channel dan Next Media. Belum diketahui apakah Emtek Group akan menjual beberapa laga ke televisi lain.Adapun cabang sepak bola yang dimainkan di lima stadion, seluruhnya akan ditayangkan secara langsung. "Sepak bola kebanyakan dipertandingkan di Jawa Barat, itu di-cover dan live di lima stadion, plus satu sepak bola putri di Palembang," jelasnya.

Rata-rata, untuk menyiarkan satu pertandingan butuh anggaran sekitar Rp 4,5 miliar. Adapun cabang olahraga balap sepeda dan maraton, dananya bisa dua kali lipat lebih. Sebab untuk menayangkan secara langsung juga memakai helikopter. "Olahraga yang di jalanan seperti maraton dan balap sepeda, itu perlu helikopter. Biayanya bisa 1 juta dolar AS (sekitar Rp 13 miliar)," ujar dia.

Sementara itu, Inasgoc bakal menyertakan 500 mahasiswa untuk membantu broadcast pada ajang empat tahunan tersebut. Namun bukan mahasiswa sembarangan yang dilibatkan, harus dari jurusan broadcast. Menurut Linda, pihaknya bakal melakukan seleksi terlebih dulu mulai bulan depan.

(Arif M Iqbal /SMNetwork /CN26 )