Berita Aktual  SM Cetak  Suara Warga  Entertainmen  Gaya  Kejawen  Layar  Lelaki  Sehat  Sport  Wanita  Surat Pembaca
 
 
LINTAS MURIA

02 April 2008
Harga Lahan Warga Tak Rasional

  • Semen Gresik Kejar Pembebasan Lokasi

PATI- PT  Semen Gresik (Persero) Tbk segera menegosiasi harga pembebasan lahan untuk rencana pabrik semen di Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati. Di lapangan harga lahan, yang berupa sawah dan tegalan, di wilayah itu berkisar Rp 3.000-Rp 4.000/m2. 

Namun, masyarakat meminta PT Semen Gresik membelinya sampai dengan Rp 150.000/m2. Sementara pihak Semen Gresik mematok harga beli Rp 7.000/m2 untuk tanah darat dan Rp 13.500/m2 untuk tegalan.

Di samping itu, BUMN itu juga akan terus memperkuat sosialisasi untuk menghindari mispersepsi di kalangan masyarakat.   
Kepala Divisi Komunikasi Semen Gresik, Saifudin Zuhri menampik bila pihaknya disebut tidak pernah menyosialisasikan kepada warga soal rencana pembangunan pabrik semen.

Ia memaparkan, sosialisasi dilakukan di tiga tempat, yakni Desa Kedumulyo tanggal 24 Januari 2008, Sukolilo (26 Februari), dan Sumbersuko (27 Februari).
Secara umum ia mengatakan, masyarakat menyetujui adanya rencana pembangunan pabrik. Meski di sisi lain diakui ada sebagian pihak yang meresistensi, terutama dipicu alasan belum ada titik temu harga pembebasan tanah.    

‘’Bagaimana bisa kalau kami dikatakan tidak kulanuwun. Kami sudah ke Pemkab Pati, mengajukan izin lokasi dan kemudian disetujui. Setelah itu dilanjutkan dengan ploting izin lokasi serta sosialisasi. Bila ada yang menyebut tidak ada sosialisasi itu tidak benar,’’ kata dia didampingi General Manager Project Preparation Semen Gresik Group Project M Soffan Heri, Selasa (1/4).

Saat ini pihaknya sedang mengejar pembebasan tanah. Persoalannya, warga mengajukan nilai jual tanah yang dinilai PT Semen Gresik tidak rasional, lantaran melebihi di atas kewajaran. Di lapangan harga lahan, yang berupa sawah dan tegalan, di wilayah itu berkisar Rp 3.000-Rp 4.000/m2. Masyarakat meminta PT Semen Gresik membelinya sampai dengan Rp 150.000/m2. Sementara pihak Semen Gresik mematok harga beli sampai Rp 7.000/m2 untuk tanah darat dan Rp 13.500/m2 untuk tegalan. Menurut dia, pihaknya telah mempertimbangkan harga tanah berdasar lokasi, NJOP 2008 serta data transaksi tanah terakhir di wilayah tersebut. Pekan ini, rencananya negosiasi soal harga akan dilakukan kembali.  
    
Lebih lanjut dijelaskan, pabrik semen tersebut akan dibangun di lahan seluas 14,32 juta hektare yang tersebar di delapan desa, yakni Kedumulyo, Gedudero, Sukolilo, Sumbersuko, Kasiyan, Tompogunung, dan Baturejo.

Sebagian besar kondisi lahan itu berupa tanah liat dan batu kapur. Dari lahan itu ada kawasan hutan, serta potensi alam lainnya, seperti gua kering, gua berair, mata air musiman, dan air tanah.

Soal potensi alam yang terdapat di lahan yang akan dibeli itu, Saifuddin berjanji tidak akan merusaknya. Bahkan untuk kawasan hutan yang turut dicaplok, telah disiapkan lahan dengan luas dua kali lipat sebagai pengganti.
Sedangkan untuk lahan kuburan dan situs juga tetap akan dipelihara.

Pemilihan Pati sebagai lokasi pabrik dipilih karena sudah memenuhi kelayakan dibanding kota lainnya. Namun pihaknya masih akan mengiringi dengan studi lanjutan, misalnya soal hidrologi karts, yang terkait kasus banjir belakangan ini. Di samping itu Semen Gresik juga masih menunggu hasil amdal yang baru akan rampung September mendatang. ‘’Sebagai pelaku bisnis, kami siap menanggung risiko, manakala amdal tidak lolos, sementara lahan sudah dibebaskan,’’ ujarnya. (H22-54)        
© 2008 suaramerdeka.com. All rights reserved
Groups