|
|
|
|
| |
|
|
|
SUARA KEDU
01 Juni 2009
Anak Diwisuda, Syeh Puji Jadi Perhatian
YOGYAKARTA - Acara wisuda sarjana Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Sabtu lalu (30/5), memiliki warna tersendiri. Upacara periode V/2008-2009 di auditorium Gedung Kahar Mudzakkir kampus Jl Kaliurang Km 14,5 dihadiri sosok sensasional Pujiono Cahyo Widiyanto (43), yang akrab disapa Syeh Puji. Didampingi istri keduanya, Sudaryati, dia berada di sana untuk menghadiri wisuda anaknya, Meydora Cahyo Nugrahenti (24).
Panitia wisuda memang tidak memberikan perlakuan khusus terhadap pria asal Kabupaten Semarang itu. Pasangan yang mengenakan baju putih-putih itu duduk di kursi yang disediakan seperti layaknya orang tua wisudawan lainnya. Hari itu dia dan istrinya menjadi orang tua yang berbahagia karena putri mereka diwisuda S1 Fakultas Hukum Program Internasional. ‘’Ya, Alhamdulillah, mestinya kami sangat berbahagia,’’ ucapnya tentang acara kelulusan putri pertamanya itu. Menurut dia, masih ada adik Meydora yang kuliah di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta. Kedatangannya di kampus itu semula berjalan biasa saja. Namun setelah tak kuat lagi menahan hajat kecil di belakang gedung tersebut, keberadaan laki-laki berjanggut itu pun mulai menarik perhatian.
Disetop Orang
Saat menuju kamar kecil, Puji dan Sudaryati beberapa kali disetop sejumlah orang. Mereka kebanyakan meminta foto bersama. ‘’Saya dari Kalimantan,’’ ucap seorang ibu berpakaian muslimah yang menyempatkan diri meminta foto bersama. Di antara undangan ada juga yang menanyakan perjalanan sukses usahanya. Syeh Puji pun dengan senang hati menceritakannya. Hal yang sama terjadi setelah rangkaian acara wisuda selesai. Termasuk ketika ada yang menanyakan keberadaan Lutfiana Ulfa (12) yang dinikahinya secara siri. Dia mengungkapkan, ‘’Sesuai kata Ketua Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kak Seto, kan disuruh titipkan dahulu’’. Sebagaimana ramai diberitakan, akibat pernikahannya yang menghebohkan itu dia harus berurusan dengan aparat Polwiltabes Semarang.
Upacara diikuti 635 wisudawan, terdiri atas dua doktor, 69 magister, 536 sarjana, dan enam D III. Sebanyak 177 (21,21%) di antaranya lulus dengan predikat cum laude dan 269 (39,80%) lulus tepat waktu. Wisudawan S1 dengan predikat IPK tertinggi diraih Yuliani Khilyatus Shoimah (3,92) dari Fakultas Hukum. Adapun kelulusan tercepat (3,5 tahun) diraih Agusrina Vidyanti dari Fakultas Psikologi dan Imu Sosial Budaya. (P58-70) |
|
|
|
|
|
© 2008 suaramerdeka.com. All rights reserved |
|
|