|
|
|
|
| |
|
|
|
PENDIDIKAN
24 April 2009
Pembelajaran Alternatif, Turun ke Jalan
ADA arak-arakan kecil di Jalan Imam Bardjo Semarang, Rabu (22/4) siang. Puluhan bocah berjalan diiringi tetabuhan. Sebagian dari mereka membawa poster dan spanduk. Sebagian lainnya menggiring replika bola dunia.
Sampai di bundaran air muncrat, arakan itu berhenti. Mereka membentuk lingkaran, sebelum menggelar aksi teatrikal. Dikisahkan, karena lubang ozon, bumi yang semula indah menjadi tak nyaman.
Dalam situasi semacam itu, penduduk bumi justru saling menyalahkan. Negara maju menuding itu buah penggundulan hutan di negara berkembang. Sebaliknya, negara berkembang menunjuk polusi di negara maju sebagai pangkal persoalan.
Di puncak ketegangan, Ozon turun tangan. Ia mengajak keduanya menyelamatkan bumi dari kehancuran. ”Ini bukan soal bumiku atau bumimu, tapi bumi kita bersama,” kata Ozon mengakhiri pertunjukan.
Pembacaan Puisi
Tak berhenti di sini, aksi peringatan Hari Bumi yang digelar siswa Sekolah Alam Ar Ridho Semarang itu dilanjutkan dengan orasi dan pembacaan puisi.
Tentu saja, orasi dan puisi yang mereka bawakan bersikutat pada tema lingkungan.
Menurut koordinator aksi Mobinta Kusuma, peringatan Hari Bumi dilaksanakan untuk menebar spirit kecintaan kepada bumi dan lingkungan. Dalam aksi itu, siswa memaparkan langkah-langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan lingkungan. Antara lain mengurangi penggunaan plastik dan bahan bakar fosil, serta memakai produk daur ulang.
”Aksi Hari Bumi ini bagian dari metode pembelajaran alternatif Sekolah Alam Ar Ridho, terutama untuk meningkatkan kecintaan siswa terhadap lingkungan,” ujar Mobinta.
Aksi ditutup dengan arak-arakan dari bundaran air muncrat ke PKM Joglo Undip. Sepanjang perjalanan, para siswa memunguti sampah yang bertebaran. (Rukardi-45) |
|
|
|
|
|
© 2008 suaramerdeka.com. All rights reserved |
|
|