Berita Aktual  SM Cetak  Suara Warga  Entertainmen  Gaya  Kejawen  Layar  Lelaki  Sehat  Sport  Wanita  Surat Pembaca
 
 
LINTAS MURIA

13 April 2009
Jelang Kemarau, Petani Kumpulkan Pakan Ternak

MUSIM panen padi telah tiba. Sebagian warga memanfaatkannya untuk mengumpulkan jerami. Mereka akan menyimpannya untuk pakan ternak sapi.

Adalah Husen (40), satu di antara pengumpul jerami tersebut. Warga Desa/Kecamatan Jiken, Blora itu mengatakan, musim panen padi menjadi berkah ter­sendiri bagi orang sepert diri­nya. Dia dengan mudah mendapatkan jerami untuk pakan ternaknya.

“Kalau sudah musim panen padi seperti ini, kita tinggal mengambil jerami dengan mudah. Kami tidak perlu jauh-jauh mencari jerami seperti pada musim kemarau,” ujarnya, kemarin (12/4).

Dia berusaha mengumpulkan jerami sebanyak-banyaknya se­bagai persediaan makanan em­pat ekor sapi yang dia pelihara.

Untuk itu, Husen telah menyiapkan sebuah tempat khusus untuk menampung jerami tersebut.  “Kami kumpulkan jerami se­banyak-banyaknya untuk persediaan karena sebentar lagi musim kemarau,” katanya.

Tidak berbeda jauh dengan Husen, Suyati (45) juga mela­kukan hal yang sama. Nenek dua cucu, warga Desa Sumurboto, Kecamatan Jepon itu mengatakan, pada musim panen padi, dia tidak perlu ke luar kecamatan untuk mencari jerami. Dengan berbekal sabit, tali, dan sepeda, dia mendatangi satu per satu sawah yang ­sedang dipanen.

Tanaman Jagung

Baik Husen maupun Suyati mengemukakan, kemudahan mencari jerami seperti saat ini tidak akan dirasakan lagi pada musim kemarau. Sebab pada saat kemarau, sebagian besar sawah di Blora tidak bisa ditanami padi.

Dengan hanya mengandalkan air hujan, petani hanya bisa menanam jagung di sawah mereka. “Sebenarnya tebon jagung ju­ga baik untuk pakan sapi, tapi jerami lebih baik lagi,” ujar Husen.

Karena itu, petani sekaligus peternak seperti dirinya kini mulai mengumpulkan jerami. Dia memperkirakan, kemungkinan musim tanam padi masih satu kali lagi sebelum datang kemarau.

Namun di beberapa tempat, petani sudah tidak bisa tanam padi lagi. Penyebabnya, hujan mulai jarang turun. “Kalau tidak nyetok jerami dari sekarang, kami kha­watir akan sulit mendapatkannya kelak pada saat kemarau,” ujar Husen.

Darji (50), petani lainnya, menuturkan, para pemilik sapi di Blora sudah terbiasa dengan sulitnya mendapatkan jerami pada musim kemarau tiba.

Padahal menurutnya para petani biasanya telah menyetok jerami di sekitar rumah mereka dalam jumlah banyak. Namun, terkadang stok tersebut tidak mencukupi. Apalagi jika musim kemarau berlangsung lama. (Ab­dul Muiz-71) 
© 2008 suaramerdeka.com. All rights reserved
Groups