Berita Aktual  SM Cetak  Suara Warga  Entertainmen  Gaya  Kejawen  Layar  Lelaki  Sehat  Sport  Wanita  Surat Pembaca
 
 
LINTAS MURIA

14 Maret 2008
Warga Dirikan Posko Tolak Pabrik Semen

PATI - Kelompok warga di Kecamatan Sukolilo Pati yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) mendirikan posko untuk menolak terhadap rencana pendirian pabrik semen. 

Tempat tersebut direncanakan dibuka delapan hari sejak 12 hingga 19 Maret di halaman rumah warga Dukuh Ngawen, Desa/Kecamatan Sukolilo di Jalan Raya Pati-Purwodadi Km 24. Jaringan tersebut terdiri atas beberapa komponen masyarakat yakni, Forum Masyarakat Peduli Lingkungan (FMPL), Serikat Petani Pati (SPP), Pemuda Tani, aktivis pencinta alam, dan masyarakat yang peduli lingkungan.

Koordinator JMPPK Suhardi SH mengemukakan, pembukaan posko dilakukan sebagai reaksi masyarakat yang peduli terhadap kelestarian lingkungan. Sekaligus menginformasikan kepada masyarakat luas berkait untung dan rugi jika kawasan pegunungan kendeng dibangun pabrik semen.

Menurutnya, masyarakat terutama yang bermukim di Kecamatan Sukolilo berhak mengetahui informasi tentang rencana pembangunan megaproyek tersebut. Pasalnya, selama ini sosialisasi yang dilakukan pihak investor maupun pemkab hanya mengetengahkan keuntungan dari aspek peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) saja. Sementara, dampak buruk terhadap kerusakan lingkungan terkesan disembunyikan.

“Rencana pembangunan pabrik semen jelas menjadi ancaman serius bagi masyarakat. Karena di balik Pegunungan Kendeng terdapat ratusan sumber mata air yang selama ini menopang 45% kebutuhan air minum masyarakat,” jelas dia, saat ditemui di Posko Bersama Selamatkan Pegunungan Kendeng, Kamis (13/3).

Sumber air yang melimpah, lanjutnya, juga memberikan manfaat besar bagi ribuan petani yang berada di sekitar pegunungan itu. Aliran irigasi yang selama ini mengairi ratusan hektare sawah juga berasal dari pegunungan tersebut.
“Kalau eksploitasi jadi dilakukan, maka ribuan masyarakat akan kehilangan mata pencaharian. Akibatnya, Kecamatan Sukolilo yang produksi pertaniannya bisa diandalkan, akan berbalik menjadi hamparan sawah yang tandus,” keluhnya.

Informasi Berimbang

Karenanya, pihaknya berupaya memberikan informasi berimbang terhadap praktik penambangan baik yang berskala kecil maupun besar. Harapannya, masyarakat bisa bersama-sama tergugah hatinya untuk turut melindungi ancaman eksploitasi besar-besaran pegunungan tersebut demi generasi mendatang.

Selain disediakan beberapa leaflet, sejumlah spanduk dan poster bernada penolakan juga terpampang di posko. Bahkan, tiap sore hingga malam hari selain dilakukan diskusi kecil, JMPPK menyuguhkan pemutaran film dengan layar lebar.

Bukan hanya film dokumenter tentang kerusakan lingkungan, berbagai film remaja tak ketinggalan diputar. Hal tersebut untuk menarik perhatian masyarakat agar bisa bergabung dan menjalin kebersamaan, sehingga penyadaran dampak buruk rencana pendirian pabrik semen lebih mudah disampaikan. (H49-54)
© 2008 suaramerdeka.com. All rights reserved
Groups