21 Oktober 2017 | Suara Banyumas

Program Kampung KB Dioptimalkan

PURWOKERTO- Pemerintah Kabupaten Banyumas melakukan pencanangan Kampung KB untuk mengimplementasikan kegiatan-kegiatan prioritas Program Keluarga Berencana dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Di Banyumas sampai dengan Oktober 2017, telah dicanangkan 216 Kampung KB. Perinciannya, pencanangan dengan anggaran APBN 28 Kampung KB, sedangkan menggunakan anggaran APBDes 188 Kampung KB.

Kabid Pengendalian Penduduk Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Banyumas, Slamet Hartono, mengatakan, pencanganan Kampung KB di Banyumas diawali pada 2016 di tingkat kabupaten, kemudian pencanangan tingkat kecamatan yang dianggarkan dari APBN.

Kemudian, pencanangan ini dilanjutkan di masing-masing desa dengan anggaran dari dana desa. Ini mengacu pada Surat Edaran Bupati Banyumas. Dengan demikian, diharapkan sampai akhir tahun ini sebanyak 331 desa/kelurahan di Banyumas dapat dicanangkan seluruhnya menjadi Kampung KB.

Di Bawah Rata-rata

Ia menambahkan, daerah yang dijadikan Kampung KB adalah wilayah RW di suatu desa yang pencapaian program KB-nya masih di bawah rata-rata. "Secara umum program penyuluhan KB telah berjalan baik, namun kami akan memprioritaskan edukasi dan pembinaan program KB di Kampung KB," katanya, kemarin.

Sasaran kegiatan yang merupakan subyek dan obyek dalam pelaksanaan kegiatan operasional Kampung KB, diantaranya pasangan usia subur (PUS), bina keluarga lansia, bina keluarga remaja, bina keluarga yang memiliki balita, pusat informasi dan konseling remaja, serta kegiatan intervensi sektor lain. "Pada pembinaan PUS, kami mengarahkan mereka menjadi peserta aktif dan menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP)," katanya.

Slamet mengatakan, sampai saat ini penggunaan alat kontrasepsi masih didominasi oleh kontrasepsi suntik KB sebesar 54 persen dari total peserta aktif, kemudian disusul pil KB, kondom, implant atau susuk, IUD/sepiral, vasektomi (MOP) dan tubektomi (MOW). "Penggunaan MKJP masih rendah, sehingga kami terus mengedukasi kepada masyarakat tentang pentingnya program KB," katanya.

Melalui kegiatan-kegiatan di Kampung KB, tingkat kepesertaan diharapkan dapat naik, program KB berjalan baik baik mulai tingkat RT, RW hingga desa, sehingga pertumbuhan penduduk dapat terkendali. "Program ini juga akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta hidup bahagia dan sejahtera," ujar dia.(H60-46)

Berita Lainnya


SMCETAK TERKINI