19 Oktober 2017 | Semarang Metro

Raih Perunggu Lomba Penelitian Siswa Nasional

DUAsiswa SMP 2 Demak meraih medali perunggu setelah mempresentasikan hasil penelitian ilmiahnya di hadapan juri Lomba Penelitian Siswa Nasional yang diadakan Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta, 9-13 Oktober. Kedua siswa kelas IX tersebut adalah Aslam Thariq Akbar Akrami dan Muhammad Faiq Nabil. Keduanya mengajukan hasil penelitian pengawet pisang berbahan getah pohon kudo dan daun sirih. Bahan alami tersebut ternyata mampu membuat pisang matang bisa bertahan lebih lama dan tidak lekas rusak. Hasil penelitiannya itu pun diganjar medali perunggu bidang ilmu pengetahuan teknik dan rekayasa dengan judul naskah ”Potensi getah kudo dan daun sirih sebagai bahan pelapis untuk meningkatkan masa simpan buah pisang.” Aslam menuturkan, dia dan Faiq Nabil tertarik meneliti getah kudo dan daun sirih, karena mengandung flavonoid yang mampu menghambat bakteri atau berfungsi sebagai antibakteri. Flavonoid yang banyak terdapat pada getah pohon, merupakan senyawa pereduksi yang baik, menghambat banyak reaksi oksidasi, baik secara enzim maupun nonenzim. ”Dengan begitu, kami memandang bisa dijadikan bahan pengawet alami yang bisa dipakai untuk pisang,” katanya didampingi guru pembimbingnya, Eka Purijanta dan Humas SMP2 Demak, Sutopo.

Mendorong Siswa

Keduanya pun bersama-sama meneliti dengan proses memasak getah pohon kudo dengan takaran 500 gram dan 30 mililiter air daun sirih. Campuran air keduanya kemudian didinginkan dan dioleskan pada kulit pisang yang matang. Dalam waktu delapan hari, ternyata pisang yang tidak diolesi air tersebut, sudah rusak dan terjadi perubahan warna. Adapun buah yang diolesi air campuran getah kudo dan air daun sirih, tidak berubah. ”Isi pisangnya juga masih segar, tidak mengalami perubahan baik bentuk maupun rasa,” ungkapnya.

Sutopo mengaku bangga atas prestasi anak didiknya tersebut. Menurutnya, SMP 2 Demak selalu mendorong para siswanya untuk menghasilkan karya ilmiah seperti yang dilakukan Aslam Thariq dan Faiq Nabil. ”Tentunya penelitian para siswa ini masih perlu penyempurnaan, dan hal ini bisa ditindaklanjuti oleh para peneliti senior,” tuturnya.(Hasan Hamid-38)

Berita Lainnya


SMCETAK TERKINI