12 Oktober 2017 | Edukasia

Badan Bahasa Sediakan Bahan Literasi

JAKARTA- Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa atau Badan Bahasa memegang peran strategis dalam penyediaan bahan literasi pada gerakan literasi nasional di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, gerakan literasi nasional saat ini sedang mengidentifikasi serta mendokumentasi pegiat literasi, terutama para penulisnya.

”Keberhasilan gerakan literasi nasional berpangkal pada seberapa memadai jumlah dan kualitas para pegiat literasi pada sektor hulunya, yaitu penulis,” tegas Menteri, kemarin. Ia mengingatkan para penulis agar berusaha menggunakan bahasa pembaca, bukan bahasa kita.

Diusahakan ketika menulis membayangkan siapa sebetulnya yang nanti akan berdialog dengan karya kita. ”Penulis yang baik pasti berusaha menggunakan bahasa pembaca. Juga, harus ada moral cerita dalam tulisan kita,” tegas dia.

Penyediaan bahan bacaan literasi oleh Badan Bahasa melalui Pusat Pembinaan pada 2017 dilakukan melalui Sayembara Penulisan Bahan Bacaan Literasi 2017 dan telah menghasilkan bahan bacaan yang bertema lanskap serta perubahan sosial masyarakat perdesaan dan perkotaan, kekayaan bahasa daerah, pelajaran penting dari tokoh-tokoh Indonesia, serta kuliner dan arsitektur tradisional Indonesia.

Penilaian dan Perbaikan

Bahan bacaan tersebut telah melalui proses penilaian dan perbaikan. Saat ini, sudah masuk tahap akhir penyelarasan berdasarkan hasil penilaian Pusat Kurikulum dan Perbukuan.

”Semua proses tersebut dilakukan untuk menghasilkan bahan bacaan yang layak bagi sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Tahun lalu, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menerbitkan 165 buku bacaan cerita rakyat,” ujar Kepala Badan Bahasa, Dadang Sunendar.

Tahun ini, pihaknya menyerahkan 226 buku bahan bacaan kepada Pusat Kurikulum dan Perbukuan untuk dinilai. Selanjutnya, diterbitkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa jika lolos penilaian.

Dari 727 naskah yang masuk, kata Dadang, terpilih 120 naskah bacaan yang sesuai dengan kriteria. Aspek yang ditinjau dan diperbaiki adalah kesesuaiannya dengan tingkat pendidikan, materi yang mendukung budi pekerti, penggunan bahasa Indonesia, dan aspek grafika.(nya-17)