12 Oktober 2017 | Edukasia

Tiga Wakil Ketua STAIN Kudus Definitif

KUDUS- STAIN Kudus akhirnya memiliki tiga wakil ketua definitif. Ketua Dr Mundakir MAg Rabu kemarin melantik Dr Supa’at MPd sebagai Wakil Ketua I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Dr Nor Hadi SE MSi Akt CAWakil Ketua II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, serta Dr Abdurrohman Kasdi Lc MSi sebagai Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama.

Ketiga orang itu menjabat selama periode 2017 hingga 2021 setelah menjadi pelaksana tugas (Plt) wakil ketua sejak Agustus 2017. Mundakir berpesan, jabatan secara alami akan silih berganti. Bagi yang diberi amanah memegang jabatan, perlu dimanfaatkan sebaikbaiknya.

”Jabatan itu amanah dari Allah SWT, sehingga harus diwujudkan dengan kerja keras,” tegas dia di depan sivitas akademika STAIN Kudus yang mengikuti proses pelantikan di gedung rektorat lantai III. Kerja keras itu, lanjut dia, diwujudkan untuk mengembangkan STAIN Kudus, kesejahteraan sivitas akademika, serta kampus dan lingkungan sekitarnya.

Mundakir menegaskan tidak ingin ada kelompok-kelompok di kampus. Saat ini, semua telah menjadi satu kelompok dengan satu tujuan, yaitu mengembangkan dan memajukan STAIN Kudus. ”Tentu, berlari cepat mengejar ketertinggalan dan unggul dibandingkan dengan kampus lain,” ujar dia. Pihaknya telah menyiapkan guru besar.

Dalam periode kepemimpinannya, ditargetkan ada lima profesor. ”Kita bisa melihat potensi yang ada. Saat ini, sudah banyak dosen yang doktor. Kami akan mendorong meraka menjadi guru besar,” papar dia. Tak hanya itu, ia juga mendorong STAIN Kudus segera alih status menjadi IAIN.

Diyakini, hal itu bisa diwujudkan dalam waktu dekat. ”Sudah dalam proses. Saya yakin, dalam waktu dekat akan berhasil,” tutur dia. Untuk memacu peningkatan kualitas pedidikan, pihaknya juga sedang membenahi kurikulum.

Saat ini, program studi yang sedang dalam proses pembenahan adalah Pendidikan Agama Islam dan Tadris Biologi. ”S-2 Ilmu Syariah malah sudah selesai perumusan kurikulum barunya. Program studi yang lain dalam waktu dekat juga membenahi kurikulum melalui workshop,” tandas Mundakir.(H76-17)