12 Oktober 2017 | Suara Kedu

Polisi Razia Rotator dan Sirine Ilegal

KOTA MUNGKID- Polres Magelang terus merazia mobil pribadi yang menggunakan strobo/rotator dan sirine. Polisi telah melarang pengguna lampu isyarat dan tanda suara itu karena sering menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Kasat Lantas Polres Magelang AKP Didi Dewantoro mengatakan, masyarakat sipil yang menggunakan lampu strobo dan sirine melanggar UU No 22/2009 Pasal 59 tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan. ‘’Sesuai aturan UU lampu isyarat warna biru dan sirene hanya digunakan untuk mobil petugas Polri.

Lampu isyarat warna merah dan sirene digunakan untuk mobil tahanan, pengawalan TNI, pemadam kebakaran, ambulans, PMI, dan mobil jenazah,” kata Didi.

Lampu isyarat warna kuning tanpa sirene digunakan untuk mobil patroli jalan tol, pengawasan sarana dan prasarana lalu lintas dan angkutan jalan, perawatan dan pembersihan fasilitas umum, menderek Kendaraan, dan angkutan barang khusus.

Untuk itu, polisi menggelar operasi penertiban lampu dengan sasaran kendaraan pribadi milik masyarakat sipil, Rabu (11/10). ’’Harus ada bedanya antara kendaraan pribadi dan petugas. Jangan sampai masyarakat umum tidak mengetahuinya,’’ kata dia.

Milik Polisi

Menurut Didi, penggunaan lampu strobo dan sirine bagi kendaraan pribadi bisa menimbulkan kesalahpahaman pengguna jalan lain. Salah satu contohnya bila terjadi aksi kriminalitas padahal di sekitar lokasi terdapat kendaraan yang memakai lampu strobo biru sehingga berpotensi menjadi masalah.

Disebutkan dalam kurun waktu bulan Juli- Oktober 2017, polisi sudah mengamankan 59 unit lampu strobo/rotator dari kendaraan warga sipil.

Pada Selasa (10/11) malam, polisi mengamankan empat lampu strobo pada kendaraan warga sipil di tiga lokasi berbeda, yaitu Secang, Blondo dan Muntilan.

Didi menambahkan, selain menertibkan kendaraan milik warga sipil, polisi juga melakukan penertiban internal Polres Magelang. ’’Kendaraan pribadi milik anggota Kepolisian juga tidak boleh memakai strobo dan sirine kecuali kendaraan dinas Kepolisian,’’tegas dia.(H66-26)