12 Oktober 2017 | Suara Kedu

MPR Yogyakarta Minta KGPH Hadiwinoto Jadi Raja Jogja

YOGYAKARTA- Majelis Pemufakatan Rakyat (MPR) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), minta kepada putra wayah almarhum Sri Sultan Hamengku Buwono IX bermusyawarah untuk segera menetapkan Lurah Pangeran Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Hadiwinoto sebagai Sri Sultan Hamengku Buwono XI.

Permintaan atau desakan ini membuktikan ontran-ontran di kerabat Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat belum usai. Penunjukkan KGPH Hadiwinoto sebagai calon tunggal Raja Keraton Ngayogyakarta, bertujuan menjaga kelangsungan dinasti Kasultanan Mataram Islam Ngayogyakarta Hadiningrat.

Pembacaan maklumat penetapan disampaikan Ketua MPR KH Abdul Muhaimin yang kemudian diserahkan salah satu putra almarhum Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Gusti Bendhoro Pangeran Haryo (GBPH) Cakradiningrat di Ndalem Yudaningratan, Jalan Yudanegara, Yogyakarta, Rabu (11/10). ’’Mangga maklumat MPR DIY dipun tampi,’’ kata kiai asal Kotagede, Yogyakarta.

Menurut Muhaimin, anggota MPR yang terdiri dari beberapa elemen masyarakat Yogyakarta menilai pengangkatan GKR Mangkubumi sebagai pewaris takhta menyalahi aturan serta adat budaya tata kehidupan keraton yang sudah berjalan ratusan tahun. ’’Kalau pengangkatan itu dipaksakan, jelas itu menyalahi aturan,’’jelas dia.

Selain itu, pengangkatan itu tidak sesuai dengan hasil pemufakatan keluarga yang pernah dilakukan pada 7 Maret 1989. Dalam rapat pemufakatan itu, salah satu keputusan adalah mengangkat Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai penerus takhta.

Lewat surat yang ditandatangani bersama seluruh perwakilan elemen masyarakat yang terdiri dari Persatuan Dukuh, PWRI, dan Kerisjati minta keluarga ahli waris Hamengku Buwono IX segera mengadakan rapat pemufakatan besar untuk menetapkan KGPH Hadiwinoto sebagai Sri Sultan Hamengku Buwono XI.

Salahi Keistimewaan

Selain itu, MPR juga melihat bahwa pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY oleh Presiden pada Selasa (10/10) di Jakarta menjadi sesuatu yang menyalahi Keistimewaan. Sebab secara politis, penetapan di Jakarta itu tidak memberikan penghormatan kepada masyarakat Yogyakarta.

Adapun GBPH Cokrodiningrat yang menjadi wakil anak-anak ahli waris Sri Sultan Hamengku Buwono IX menyatakan, bahwa surat dari MPR mendesak penetapan KGPH Hadiwinoto sebagai raja akan dibawa dalam rapat keluarga.

’’Tidak hanya keluarga yang ada di Yogyakarta tapi keluarga yang di Jakarta juga akan kami ajak duduk bareng untuk membicarakan permasalahan ini. Yang jelas kita akan berusaha mencari jalan terbaik dan kebaikan, semua itu untuk Yogyakarta tercinta,’’jelasnya.

Mengenai siapa sosok yang tepat sebagai penerus tahta, Cokrodiningrat belum bisa ditentukan. Namun salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah dikenal dekat dengan rakyat Yogyakarta.(sgt-26)

Berita Lainnya