18 Maret 2018 | Berita Utama

Empat Media Daring Dilaporkan ke Polda

SEMARANG- Relawan Dulur Ganjar Pranowo melaporkan empat media daring (online) ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang, Sabtu (17/3) sekitar pukul 11.00.

Pelaporan tersebut terkait berita diduga hoaks yang dimuat Pantau.com, Islamedia.Faith, Warta Riau, dan Tajuk.co.id, dengan judul sama persis yakni ”Jumat Keramat, Hari Ini KPK Tetapkan Ganjar Pranowo Sebagai Tersangka?”. ”Ada empat media, salah satunya yakni Tajuk.co.id sudah tidak bisa diakses. Judulnya sama persis, kalimat dalam beritanya juga hampir sama. Ini berita hoaks, jelas sangat merugikan (Ganjar-red),” ungkap Ketua Relawan Dulur Ganjar Pranowo Wisnu Brata saat melapor, kemarin.

Berita itu diyakini hoaks, lanjut dia, sebab tidak sesuai fakta dan belum ada pernyataan yang dikeluarkan secara resmi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). ”Memang beberapa waktu lalu Ketua KPK Agus Raharjo mengatakan akan ada penetapan tersangka dari calon kepala daerah. Tapi hingga saat ini pihaknya belum menyebutkan nama-nama calon kepala daerah yang menjadi tersangka,” ujarnya.

Wisnu membeberkan, meski judul diakhiri dengan tanda tanya namun itu tidak mengurangi indikasi bahwa tujuan pemberitaan itu untuk menggalang opini negatif terhadap Ganjar sekaligus membingungkan masyarakat. ”Fakta adanya judul dan isi berita yang sama persis, bahkan di bagian akhir ada typo (kesalahan mengetik kata) yang juga sama mengindikasikan empat media ini digerakkan oleh pihak tertentu,” jelasnya.

Dua Kali Lapor

Terkait Tajuk.co.id, lanjut dia, pihaknya tetap akan melaporkan meski berita tersebut sudah dihapus atau tidak bisa diakses. ”Tidak ada pengaruhnya meski sudah dihapus, tetap akan kami laporkan. Kan beritanya sudah dibaca orang banyak sebelum dihapus,” jelasnya. Disinggung apakah sudah mencoba melakukan konfirmasi kepada empat media tersebut, Wisnu membeberkan, tidak perlu melakukan konfirmasi ke kantor berita yang menyebarkannya.

”Tidak kami konfirmasi karena indikasinya mereka melanggar UU ITE, maka harus diselesaikan secara pidana,” ungkapnya. Wisnu menambahkan, kedatangannya ke SPKT Polda Jateng untuk melapor terkait berita hoaks ini yang kali kedua. ”Sudah dua kali ini, pertama yang kami laporkan akun twitter @Ganjar2Periode yang isinya menyerang kompetitor Ganjar, Sudirman Said dengan isu SARA. Nah yang kedua laporan terkait empat media ini,” ujarnya. Diakuinya penyebaran berita hoaks tersebut sangat merugikan Ganjar.

Adapun, tindakan tersebut telah menodai iklim demokrasi di Jawa Tengah. Selain itu, juga menciptakan iklim yang tidak kondusif di kalangan masyarakat. ”Kami berharap kepolisian dapat bertindak cepat dan tegas menangani aduan kami. Jika terlalu lama hoaks dibiarkan maka bisa menyesatkan masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu Kepala SPKT Polda Jateng AKBPAgung Aris mengatakan, setiap laporan dari masyarakat tentu ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlalu. Adapun, terkait laporan tersebut pihaknya masih akan mendalami. ”Masih didalami. Untuk proses selanjutnya menunggu hasil pendalaman,” ungkapnya.( K44-67)

SMCETAK TERKINI