08 Desember 2017 | Berita Utama

Golkar Perlu Buka Rekam Jejak Calon Ketua DPR

JAKARTA- Partai Golkar diharap membuka rekam jejak calon Ketua DPR pengganti Setya Novanto (Setnov). Partai berlambang pohon beringin itu diharapkan memilih Ketua DPR baru dengan rekam jejak tak bermasalah. Ada lima nama calon Ketua DPR pengganti Setnov yang sudah muncul ke permukaan. Mereka adalah Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo, Ketua Badan Anggaran DPR Aziz Syamsuddin, Ketua Komisi II DPR Zainudin Amali, Wakil Ketua Baleg DPR Firman Soebagyo, dan Sekretaris Fraksi Golkar Agus Gumiwang Kartasasmita.

Peneliti senior Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus mengatakan, kelima sosok yang diisukan akan mengisi jabatan Ketua DPR itu harus ditelusuri rekam jejaknya. Calon pimpinan parlemen tidak boleh menyimpan bara kasus yang bisa mengganggu pekerjaan, termasuk membuat citra DPR turun. ”Track record harus dibuka agar tak mengecewakan publik di kemudian hari,” kata Lucius, Kamis (7/12).

Lucius juga menyebut sosok calon Ketua DPR selayaknya tak terkait dengan Setya Novanto yang kini ditahan KPK. Selain itu, akan lebih baik lagi jika diisi sosok muda. ”Sosok Agus (Gumiwang) memang menarik. Selain muda, dia sejak awal tampak tak sekelompok dengan Setnov,” kata Lucius di Jakarta.

Senada dengan Lucius, politikus senior Partai Golkar, Hajriyanto Y Thohari, mengatakan Golkar sejatinya tidak susah menentukan pengganti Setya Novanto sebagai Ketua DPR. Syarat utama pengganti Novanto, lanjut Hajri, adalah tidak pernah memiliki jejak masalah pada masa lalu.

Luwes

Sementara itu, menurut pengamat politik dan komunikasi Tjipta Lesmana, bila mempertimbangkan aspek kemampuan berkomunikasi serta luwes dalam menjalin hubungan dengan berbagai pihak dan untuk memperbaiki citra DPR, maka nama Bambang Soesatyo layak dilirik. ”Dari sekian nama, khususnya dari aspek komunikasi, dan keluwesan bermanuver, Bambang Soesatyo layak dilirik,” kata Tjipta Lesmana saat diskusi Dialektika Demokrasi ”Mencari Figur Tepat Pengganti Setnov” di Media Center, Gedung Nusantara III, kompleks Parlemen, Senayan.

Tjipta sangat berharap, sosok pengganti Setnov adalah orang yang mampu menjungkirbalikkan keadaan dari citra DPR yang terpuruk menjadi bercitra baik. Karena itu, Ketua DPR yang baru harus piawai dalam berkomunikasi dengan semua pihak, termasuk rakyat dan tidak tersandera kasus hukum. Hal senada dikatakan anggota Komisi III DPR Nasir Djamil.

Menurut Nasir, selama memimpin Komisi III, Bambang adalah sosok yang bisa mengayomi, dan ”ngemong” para anggota yang terdiri dari berbagai fraksi yang ada. Bambang sosok yang berani berbicara dihadapan pers, serta juga aktif menulis buku. ”Bukunya Mas Bambang itu sudah banyak. Menurut saya berbagai kelebihan ini patut dipertimbangkan oleh Golkar,” kata politikus PKS tersebut.(F4,dtc-50)

Berita Lainnya