08 Desember 2017 | Berita Utama

Panglima Baru Bisa Segera Dilantik

JAKARTA- Rapat Paripurna DPR memberikan persetujuan Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI yang baru. DPR mengirim surat hasil paripurna ke Presiden Joko Widodo. ”Saya kira calon panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bisa segera dilantik Presiden Indonesia,” ujar Waki Ketua DPR Fadli Zon di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/12).

Surat itu ditandatangani langsung oleh Fadli. Dia juga menegaskan, surat dikirim ke Jokowi, Kamis (12/7). Dengan pengiriman surat paripurna, dikatakan Fadli, Jokowi dapat melantik Hadi sebagai Panglima TNI kapan pun. Fadli menambahkan, DPR tak ingin menghambat pelantikan Hadi. ”Sore ini kami tanda tangani surat hasil pengesahan rapat paripurna dan Presiden bisa melaksanakan pelantikan kapan saja,” tegasnya.

Diarak Kopassus

Paripurna DPR menyetujui hasil fit and proper test Hadi sebagai calon Panglima TNI pengganti Jenderal Gatot Nurmantyo yang segera pensiun. Fit and proper test Hadi dilakukan oleh Komisi I DPR, Rabu (6/12). Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Gatot pamit ke prajurit Kopassus. Ketika hendak meninggalkan Mako Kopassus, sejumlah prajurit Kopassus telah menunggu di luar gedung. Kemudian para prajurit itu memanggul Jenderal Gatot menuju gerbang utama. Tak hanya Gatot, Danjen Kopassus Mayjen TNI Madsuni juga dipanggul. ”Komando!” teriak Gatot disambut riuh semua prajurit Kopassus. Mars Komando pun tak henti-hentinya dinyanyikan para prajurit. ''

Gatot sempat bercerita sebenarnya saat masuk ke Akabri ingin menjadi bagian dari pasukan RKP AD atau Kopassus. Sebab itu merupakan keinginan almarhum ibunya. Gatot bercerita bahwa saat menjadi KSAD, dia sempat menolak menjadi warga kerhomatan Kopassus. Dia ingin pemberian warga kehormatan itu dilalui seperti prajurit-prajurit yang lain.(dtc-50)

Berita Lainnya