image

SM/Antara SYAL PALESTINA: Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menunjukkan syal bergambar bendera Palestina dan Indonesia sebagai dukungan kepada Palestina di sela acara Bali Democracy Forum Ke- 10 di Indonesia Convention Exebation (ICE) Serpong, Banten Kamis (7/12).(24)

08 Desember 2017 | Berita Utama

Dunia Cemaskan Jerusalem

WASHINGTON- Pidato Presiden AS Donald Trump yang secara resmi mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel, memicu reaksi keras masyarakat internasional. Para pemimpin dan tokoh dunia mengecam keputusan sepihak tersebut.

Dewan Keamanan PBB akan menggelar sidang darurat khusus di markas besar PBB di New York, AS, pada Jumat (8/12) pagi waktu setempat untuk membahas keputusan Trump tersebut. Sidang darurat diajukan oleh delapan negara anggota Dewan Keamanan PBB, yakni Inggris, Bolivia, Mesir, Prancis, Italia, Senegal, Swedia, dan Uruguay.

Negara-negara itu juga meminta Sekjen PBB Antonio Guterres membuka sidang darurat itu dengan pernyataan publik. Resolusi Dewan Keamanan PBB 2334 yang diadopsi pada Desember 2016 menekankan, PBB tidak akan mengakui perubahan apapun terhadap garis batas 4 Juni 1967, termasuk terkait Jerusalem, selain yang disepakati oleh pihak-pihak terkait melalui perundingan. Liga Arab juga akan menggelar pertemuan para menteri luar negeri untuk membahas persoalan tersebut pada Sabtu (10/12). Pada Selasa (5/12) lalu, para perwakilan tetap Liga Arab yang berbasis di Kairo, Mesir, berkumpul untuk membahas persoalan tersebut.

Dalam pernyataan bersamanya, Liga Arab menyatakan pengakuan negara manapun atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel akan dipandang sebagai serangan terang-terangan terhadap bangsa Palestina dan merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyerukan penyelenggaraan KTT Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Istanbul, Turki, pada 13 Desember mendatang untuk membahas masalah tersebut. Turki saat ini menjabat sebagai Ketua OKI.

Surat Terbuka

Dari Jerusalem dikabarkan, para kepala gereja di Jerusalem mengirimkan surat terbuka kepada Presiden AS Donald Trump. Surat itu dilampirkan oleh Uskup Canterbury Justin Welby yang merupakan uskup paling senior dalam Gereja Inggris lewat akun Twitter miliknya pada 6 Desember. Dalam surat itu, para kepala gereja di Jerusalem pada intinya meminta Trump untuk tetap mempertahankan status quo atau status internasional Jerusalem yang selama ini berlaku. "Tanah kami disebut sebagai tanah perdamaian.

Jerusalem adalah kota perdamaian bagi kami dan bagi dunia. Sayang, hari ini menjadi tanah konflik. Kami meminta Pak Presiden membantu kami berjalan menuju cinta kasih dan perdamaian yang tidak bisa tercapai tanpa Jerusalem diperuntukkan bagi semua," bunyi surat itu. "Saran dan permohonan serius kami adalah Amerika Serikat terus mengakui status internasional Jerusalem saat ini. Setiap perubahan mendadak akan memicu bahaya yang tidak bisa diperbaiki." Para kepala gereja di Jerusalem meyakini, Israel dan Palestina bisa mewujudkan perdamaian yang adil dan abadi. Jerusalem bisa dibagi dan dinikmati secara penuh oleh setiap orang yang tinggal di dalam Kota Suci itu.

Pidato Trump yang disampaikan di Gedung Putih, Washington DC, pada Rabu (6/12) siang waktu AS atau Kamis (7/12) dini hari WIB juga membahas rencana pemindahan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Jerusalem. Trump menyebut pemindahan kedubes itu sebagai penerapan Undang Undang Kedutaan Jerusalem yang disepakati oleh Kongres AS pada 1995. Dia menyebut para presiden sebelumnya gagal menerapkan undang-undang itu.

Dia juga menegaskan, pengakuan Jerusalem itu tidak berarti menggugurkan komitmen AS terhadap upaya perdamaian bagi Israel dan Palestina. AS tetap berkomitmen untuk mewujudkan solusi dua negara asalkan disepakati oleh Israel dan Palestina. Trump menyebut pengakuan Jerusalem tersebut sebagai pendekatan baru dalam menghadapi konflik Israel-Palestina yang tidak berkesudahan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berterima kasih atas keputusan Presiden AS Donald Trump tersebut dan menyebutnya sebagai keputusan yang gagah berani. "Kami sangat berterima kasih kepada Presiden AS karena keputusannya yang gagah berani dan adil untuk mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel, dan untuk menyiapkan pembukaan Kedubes AS di sini," ujar Netanyahu dalam video yang diunggah di akun Twitter resminya, Kamis (7/12). Menurut Netanyahu, keputusan Trump merupakan cerminan dari komitmennya untuk memajukan perdamaian. Pengakuan Jerusalem, lanjut dia, merupakan langkah penting menuju perdamaian.(afp,cnn-25)

Berita Lainnya