08 Desember 2017 | Suara Kedu

Pedagang Pasar Hewan Boyongan ke Tempat Baru

KULONPROGO- Para pedagang Pasar Hewan Pengasih pindah menempati ke lokasi baru di Pasar Hewan Terpadu di Pengasih, Kulonprogo. Pemindahan mereka dikemas dalam bentuk kirab boyongan dari pasar lama menuju pasar baru, Kamis (7/12).

Waktu pemindahan sengaja dipilih Kamis Legi dalam kalender Jawa sesuai dengan keinginan para pedagang. Pemilihan hari Kamis Legi bertepatan dengan hari pasaran pasar hewan tersebut, yakni setiap Legi. Para pedagang antusias mengikuti kirab boyongan menggunakan gerobak sapi dan kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat. ’’Harapannya transaksi lebih maksimal di sini (Pasar Hewan Terpadu). Daya tampungnya di sini juga lebih besar,’’kata Asisten Sekda Kulonprogo Bidang Perkonomian Pembangunan dan SDA, Triyono.

Pasar Hewan Terpadu, lanjutnya, sudah dibangun pada 2015 dan sampai sekarang masih terus dilanjutkan pembangunannya sehingga fasilitasnya akan lebih baik. Pasar baru juga memiliki daya tampung lebih besar. Pemindahan pasar hewan ke lokasi baru dikarenakan pasar lama sudah tidak representatif sebagai pasar hewan. Sebab, dari sisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), peruntukan kawasan pasar lama merupakan untuk perkantoran dan untuk pendidikan atau sekolah. ’’Ada jalan provinsi juga di sana sehingga sangat mengganggu kelancaran lalu lintas. Maka pemda berinisiatif memindahkan pasar hewan di Pengasih itu ke sini (Pasar Hewan Terpadu),’’imbuhnya. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulonprogo, Bambang Tri Budi Harsono mengungkapkan, dibangunnya Pasar Hewan Terpadu dimaksudkan agar bisa menampung semua komoditas peternakan yang ada, mulai sapi, kambing, unggas basah, unggas kering, burung, pasar rumput, juga sarana produksi peternakan.

Belum Lengkap

’’Lahan kurang lebih 4,6 hektare ini harapan kami menjadi pasar hewan terpadunya Kulonprogo dan bisa menampung para pedagang di Kulonprogo dan sekitarnya,’’tuturnya. Saat ini, lanjutnya, kondisi bangunannya memang belum lengkap dan akan dilakukan pembenahan serta penambahan-penambahan. Dicontohkan, pada 2018 akan dilakukan penambahan shelter unggas, area parkir, shelter transaksi untuk kambing serta sapi, kuliner di shelter kambing dan sapi, sekaligus fasilitas umum yang lainnya termasuk musala. ’’Ke depan, pasar burung dan pasar rumput yang ada di Gawok (Wates) secara bertahap juga akan kami pindahkan ke sini. Karena sesuai RTRW lokasi lama merupakan kawasan untuk perkotaan,’’imbuhnya.

Perwakilan paguyuban pedangan sapi, kambing, dan unggas, Olan Suparlan menyambut baik kepindahan pasar hewan ke lokasi baru. Dia berharap berpindahnya ke pasar baru akan meningkatkan perekonomian masyarakat Kulonprogo, khususnya di sektor perdagangan hewan. Menurutnya, pasar di lokasi lama terlalu sempit dan sudah tidak layak lagi karena area parkirnya juga tidak memadai. Sedangkan pasar baru lahannya lebih luas, bahkan mencapai 4 hektare lebih sehingga daya tampungnya sangat banyak.(H87-45)

Berita Lainnya