08 Desember 2017 | Suara Kedu

28 Keluarga di Prambanan Akan Direlokasi

SLEMAN-Sebanyak 28 keluarga yang bermukim di zona rawan longsor di wilayah Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman bakal direlokasi.

Warga yang akan dipindahkan ke lokasi aman tersebut, berasal dari beberapa desa. Terinci, warga Desa Sumberharjo sebanyak 21 KK, Desa Wukirharjo 4 KK, Desa Sambirejo 1 keluarga, Desa Gayamharjo 1 keluarga, dan Desa Bokoharjo 1 keluarga. “Kami sudah melakukan pendataan bersama tim sukarelawan, satgas, dan pemerintah desa. Finalnya dinyatakan ada 28 KK yang perlu segera direlokasi karena huniannya sudah membahayakan,” ungkap Camat Prambanan Eko Suhargono kepada Suara Merdeka, Kamis (7/12).

Pasca bencana longsor akibat badai siklon Cempaka pada akhir November lalu, puluhan keluarga tersebut termasuk yang menjadi korban. Sebanyak 20 keluarga mengungsi di rumah kerabat sedangkan lainnya tinggal di hunian sementara (huntara). Namun, sambung Eko, tidak semua KK tersebut akan dipindahkan ke lokasi lain. Sebagian ada yang hanya direkonstruksi bangunan tempat tinggalnya yakni 1 KK di Desa Bokoharjo, dua keluarga di Desa Wukirharjo, dan 1 keluarga di Desa Sumberharjo. Sementara itu, 24 keluarga lainnya dipastikan akan menjalani relokasi karena tingkat kerawanan bencana di daerahnya sudah mengkhawatirkan. “Beberapa ada yang relokasi secara mandiri, dan sebagian dibantu pemerintah desa untuk dipindahkan ke tempat aman. Nantinya akan menggunakan tanah kas desa setempat, dan bangunan rumahnya rata-rata tipe 36,” jelas Eko.

Jadwal Relokasi

Pihaknya belum mengetahui kepastian jadwal pelaksanaan relokasi. Sebab, perlu dirapatkan terlebih dulu dengan instansi terkait lainnya, dan butuh rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). “Pemulihannya dalam bentuk rehabilitasi rekon yang alokasinya ditentukan pemkab. Kalau usulan kami untuk tahun 2018 tapi tidak tahu berapa jumlah yang disetujui,” imbuhnya.

Disamping hunian milik 28 keluarga yang akan segera direlokasi, pihaknya mendata ada 12 lokasi rawan longsor lain yang perlu mendapat pengawasan. Titik rawan ini tersebar di hampir semua desa di wilayah Kecamatan Prambanan. Terpisah, Bupati Sleman Sri Purnomo mengaku sudah mendapat laporan rencana relokasi warga di wilayah Kecamatan Prambanan. Pihaknya juga mendukung gagasan itu bahkan ditargetkan bisa terlaksana tahun depan. Ditargetkan proses pemindahan akan dilaksanakan tahun depan. “Kondisi daerah tempat tinggal mereka memang sudah mengkhawatirkan. Apalagi muncul retakan sepanjang 2 meter, dan berpotensi amblas,” katanya.

Sri meyakini proses relokasi itu tidak akan terlalu rumit. “Kan sudah ada mekanismenya. Bisa dengan memanfaatkan tanah ditambah biaya bantuan sebesar Rp 30 juta per rumah,” imbuh dia.(J1-45)

Berita Lainnya