08 Desember 2017 | Suara Kedu

Puskesmas 1 Wonosobo Pasang Mesin APM

WONOSOBO- Puskesmas 1 Wonosobo membuat terobosan inovasi layanan kemudahan pendaftaran bagi pasien. Inovasi layanan melalui alat canggih mesin Anjungan Pasien Mandiri (APM) menjadi sistem informasi pendaftaran dengan menggabungkan fungsi pendaftaran pasien mandiri, Sistim Informasi Kesehatan (SIK) Kabupaten Wonosobo, Sistim Informasi Puskesmas Wonosobo 1 (Simpus), dan Primary Care (Pcare) terkoneksi langsung dengan BPJS Kesehatan. Kepala Puskesmas 1 Wonosobo, dr Danang Sananto Sasongko menyebutkan, terobosan inovasi tersebut untuk menjawab sejumlah persoalan pasien, salah satunya memangkas antrean cukup panjang. ‘’Melalui mesin multifungsi ini, pasien yang datang cukup menekan tombol menggunakan jari jempolnya. Mesin akan langsung mengintegrasikan data diri sesuai data kependudukannya,’’katanya.

Setelah data masuk, pasien disodorkan dengan tampilan menu guna mengakses layanan kesehatan di poli yang diinginkan sehingga pasien akan diarahkan ke loket poli yang dituju. Tak hanya itu, melalui mesin canggih tersebut, pasien bisa langsung mendaftarkan diri sebagai pasien apa untuk berobat. “Kalau pasien peserta BPJS Kesehatan, cukup menyeken barcode kartu tersebut disambungan mesin Pcare,” ujarnya kepada Suara Merdeka, Kamis (7/12).

Dengan begitu, kata dia, mesin akan langsung mengintegrasikan data peserta tersebut ke BPJS Kesehatan dan server pelayanan pasien. Hal itu menjadi terobosan inovasi super canggih karena sangat jarang layanan kesehatan masyarakat menggunakan alat semacam itu.

Pangkas Antrean

“Di kota-kota besar sebetulnya ada namun fungsi mesin belum selengkap ini. Ini saja baru kami datangkan dan dipasang pagi tadi (kemarin—Red),” imbuh dia. Dokter Danang menjelaskan selain memangkas antrean panjang pasien sehari bisa mencapai 300-an, terobosan inovasi ini karena kebutuhan zaman. “Ini juga memudahkan petugas karena proses input data langsung terintegrasi,” jelasnya.

Bahkan ke depan fungsi mesin akan mengintegrasikan pelayanan pendaftaran online. Masyarakat yang ingin berobat cukup mendaftarkan diri melalui call center maupun nomor layanan sehingga mereka bisa langsung mendapat nomor antrean dan jam datang ke puskesmas akan disampaikan. Hal tak kalah canggih, nantinya server bisa merekam data sakit pasien dan harus melakukan kontrol kesehatan ke puskesmas kapan. Jika berobat ke rumah sakit mitra BPJS Kesehatan, mereka akan terdeteksi karena mesin Pcare akan mengintergasikan ke puskesmas. Berbagai terobosan lain juga dilakukan dalam hal sarana prasarana, seperti kemudahan akses bagi para difabel, pasien menggunakan kursi roda maupun lansia yang tidak bisa berjalan melalui jalur ramah kepada mereka. Setiap ruang pelayanan juga tengah dipasang pendingin udara, bagi ibu menyusui tengah dibuatkan pojok laktasi, pembuatan musala serta penambahan kursi tunggu pasien dan lainnya.(mar-45)

Berita Lainnya