08 Desember 2017 | Semarang Metro

Ekonomi Kreatif Desa Perlu Dimunculkan

UNGARAN- Ekonomi kreatif dari desa perlu dimunculkan. Sejalan dengan rencana itu, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), berjanji hendak memberikan perhatian khusus, terkait pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi unggulan desa. ”Hal itu dilakukan untuk mendorong peningkatan perekonomian nasional,” kata Staf Ahli Kemendes PDTT Bidang Pengembangan Wilayah, Conrad Hendrarto, ketika menghadiri pembukaan Pameran Ekonomi Kreatif, Kuliner, dan Seni Budaya ke-6 di Alun-alun Bung Karno, Ungaran, Kamis (7/12).

Dari catatannya, ekonomi kreatif di Indonesia sudah menunjukkan pertumbuhan positif. Sejak 2010 hingga 2015, pendapatan domestik bruto dari sektor ekonomi kreatif naik dari Rp 225,9 triliun menjadi Rp 852,24 triliun. Hal ini berarti setiap tahunnya rata-rata mengalami peningkatan sekitar 10,14 persen. Di sektor tenaga kerja, ekonomi kreatif juga menunjukkan pertumbuhan yang menjanjikan yakni 2,15 persen. Adapun jumlah tenaga kerja di sektor ekonomi kreatif 2015 tercatat ada sebanyak 15,9 juta orang. Kemendes PDTT, mulai berusaha menumbuhkan desadesa yang memungkinkan dijadikan pelopor bagi ekonomi kreatif. Salah satunya melalui sinergitas bersama UKM berbasis pedesaan yang dapat diintegrasikan dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). ”Kekuatan ekonomi kreatif terletak pada sumber daya manusia yang mengacu pada ide kreatif, inovatif, dan unik. Indonesia punya modal yang cukup besar,” tandas dia.

Usai membuka kegiatan bertajuk ”Pekan Kreatif Nusantara 2017”, Bupati Semarang Mundjirin, mengatakan pameran ini termasuk upaya ngewongke UKM di perdesaan termasuk di Bumi Serasi. Di hadapan undangan, dirinya menandaskan pentingnya melek teknologi dan melek internet. ”Dengan melek internet, pemerintah desa bisa mempromosikan apa keunggulan dan potensi yang dimiliki. Kami sudah mendorong pemerintah desa untuk menganggarkan teknologi infomasi melalui dana desa,” kata Mundjirin.

Pameran

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkab Semarang bersama PT Multi Darma Persada hendak menggelar Pameran Ekonomi Kreatif, Kuliner, dan Seni Budaya ke-6 di Alun-alun Bung Karno, Ungaran mulai 7 hingga 10 Desember 2017 mendatang. Acara tersebut sebagai rangkaian Hari Jadi Kota Ungaran sebagai Ibu Kota Kabupaten Semarang ke-34, yang diperingati setiap 20 Desember. Pada event tahunan yang dilaksanakan sejak 2013 silam itu, Kabupaten Semarang terpilih sebagai tuan rumah untuk kali kedua. Alasannya, selain lokasinya strategis daya beli di Bumi Serasi terbukti tinggi jika dibandingkan di kota besar sekalipun. ”Masuk ke area pameran gratis, prinsipnya kami mencoba memfasilitasi pelaku industri kreatif agar semakin dikenal khalayak,” jelas Pimpinan PT Multi Darma Persada, Bambang Hardiman.(H86-51)

Berita Lainnya