08 Desember 2017 | Semarang Metro

Perlu Perda Khusus Mengatur Ambarawa

  • Miliki Potensi Wisata

UNGARAN- Ambarawa dikenal sebagai ‘’kota’’ tua di Kabupaten Semarang, yang kaya akan potensi wisata.

Karena itu perlu perda yang khusus untuk mengatur kawasan ini, agar lebih berkembang. Usulan tersebut disampaikan Ketua Yayasan Ambarawa Heritage, Y Joko Setiyanto, dalam diskusi yang berlangsung di Pondok Panorama Umbul Sidomukti, Bandungan, Rabu (6/12) sore.

Menurut dia, Ambarawa dekat dengan Danau Rawapening, Gunung Ungaran, Merbabu, dan Gunung Telomoyo, yang tentunya mempunyai daya tarik wisata apabila dikelola dengan baik. ”Kami sebenarnya meminta Bupati Semarang untuk datang ke diskusi ini, namun beliau ada acara mendadak sehingga tidak bisa datang,” katanya.

Hadir pada kesempatan kemarin, pemilik Agrowisata Umbul Sidomukti Siswono Yudo Husodo, CEO PT Jazz Gunung Indonesia Sigit Pramono, perwakilan Gantolle Internasional Telomoyo Ersy Firman, komunitas Ambarawa, seniman, serta para konsultan, dan arsitek pariwisata. ”Yayasan Ambarawa Heritage hanya think tankatau pemikir saja untuk pengembangan Ambarawa dan Kabupaten Semarang secara umum. Kalau bisa ke depannya ada Perda yang mengatur kawasan khusus, ini yang akan kita tuju,” tandasnya.

Dalam paparannya, CEO PT Jazz Gunung Indonesia Sigit Pramono, menyampaikan Kabupaten Semarang punya potensi luas untuk pengembangan sektor pariwisata dan wisata alam. Pihaknya saat ini juga sedang membangun wisata baru, di sekitar Kawah Ijen Banyuwangi, Jawa Timur. ”Saya yang mengawali Jazz Gunung di Bromo. Awalnya bergerak sendiri, tetapi kemudian oleh pemerintah daerah setempat diakui karena membawa nama baik. Akhirnya menjadi even yang diakui internasional,” paparnya.

Setelah berhasil membangun even Jazz Gunung, Sigit kemudian diundang Bupati Banyuwangi dan Bupati Lumajang untuk memberikan masukan pembangunan lokasi wisata di sana. Senada dengan Sigit, Ersy Firman menilai Ambarawa sangat lekat dengan potensi peninggalan sejarah dan Danau Rawapening. Lokasinya sangat strategis, dapat diakses dari tiga bandara, yakni A Yani Semarang, Adi Sumarmo Solo, dan Bandara Adi Sucipto DIY. ”Jarak tempuh dari tiga bandara tersebut ke Ambarawa tidak lama, jadi sangat sayang sekali kalau ini tidak dikelola dengan baik. Akses jalannya juga sudah terbilang bagus, untuk itu kami membuat Kejuaraan Gantolle Internasional di Telomoyo,” terangnya.

Untuk Rawapening, menurut dia adalah danau alam terbesar di Jawa Tengah. Potensi alamnya, setara dengan Danau Toba yang didukung dengan beberapa panorama gunung dan bukit yang menawarkan keindahan alam khas setempat. Kejuaraan gantolle nasional di Gunung Telomoyo sudah dimulai sejak 2002, kemudian 2004, dan pada 2008. ”Sejak 2014 hingga sekarang, kami menghidupkan kembali dengan label kejuaraan internasional. Dimana dihadiri pilot dari Australia, Jepang, Korea, dan beberapa Negara Eropa,” imbuhnya.

Menyikapi beberapa kendala yang dihadapi masyarakat Ambarawa, Kabupaten Semarang yang peduli pariwisata, Siswono Yudo Husodo, mengatakan sebenarnya masih banyak yang bisa diangkat dari Ambarawa. Dirinya mengamati, sampai sekarang belum ada lagu tentang Ambarawa, yang dikenal sebagai sejarah perang besar darat dan udara, dalam melawan penjajah kala itu. Sebagai pencetus ide, pihaknya meminta Yayasan Ambarawa Heritage bisa cepat dalam memberikan sosialisasi ke khalayak.

Lebih dari itu, bisa juga terus memberikan masukan ke Bupati Semarang. Sejalan dari rencana yang sudah disusun, Siswono menuturkan Yayasan Ambarawa Heritage dapat menjadi pendamping ketika menyusun Perda tentang Tata Ruang. Mantan Menteri Negara Perumahan Rakyat dan Menteri Transmigrasi ini berharap semua pihak bisa cepat menyikapi pembangunan insfrastruktur yang dilakukan pemerintah. Sebagaimana diketahui, saat ini jalan tol sudah mulai terhubung dari satu wilayah ke wilayah lainnya termasuk melewati Kabupaten Semarang.

Ia yakin, nantinya wisatawan akan memilih singgah ke beberapa daerah menggunakan sarana jalan darat daripada menggunakan pesawat terbang. ”Masih terlalu sedikit potensi yang dikembangkan dari Ambarawa dan Kabupaten Semarang pada umumnya. Ada beberapa poin penting yang perlu diperhatikan,” kata Siswono.(H86-51)

Berita Lainnya