08 Desember 2017 | Olahraga

SPIRIT KEKALAHAN

KHARKIV- Manchester City akhirnya menelan kekalahan juga pada musim ini. Melawat ke kandang Shakhtar Donetsk, di Metalist Stadium, Kharkiv, Kamis (7/12) dini hari WIB, dalam pertandingan penyisihan Grup F Liga Champions, The Citizens menyerah 1-2.

Kekalahan dari Shakhtar merupakan kekalahan pertama City dalam 29 laga kompetitif terakhir yang mereka jalani. Sebelum dihentikan Shakhtar, City meraih 25 kemenangan dan tiga hasil seri dalam 28 pertandingan. Mereka juga mencatat 20 kemenangan secara beruntun di semua kompetisi.

Terhentinya laju tak terkalahkan itu menyakitkan pelatih City, Pep Guardiola. Namun, pelatih asal Spanyol tersebut menilai kekalahan itu juga sangat dibutuhkan skuadnya. Sebab hasil ini akan meredam ekspektasi berlebih dan menahan tim agar tak percaya diri secara berlebihan. ”Ini menyakitkan. Tidak pernah menyenangkan menelan kekalahan.

Tapi kami sudah mengatakannya dengan sering bahwa kami tak bisa menang terus-terusan. Kami pasti akan kalah, dan hari ini adalah yang pertama,” ungkap Guardiola. ”Kami perlu kalah di sebuah laga. Ini akan bagus untuk klub, untuk kami semua dan media. Orang-orang mengatakan banyak hal ketika Anda banyak menang dan Anda bisa melupakan itu sekarang,” sambungnya.

Pemain Pelapis

Di laga kemarin, Guardiola menurunkan banyak pemain pelapis. Meski mendominasi penguasaan bola, City tumpul ketika menyerang. Tuan rumah unggul 2-0 di babak pertama melalui gol Bernard pada menit ke-26 dan Ismaily pada menit ke-32. City baru bisa mencetak gol pada injury time lewat tendangan penalti Sergio Aguero.

Kekalahan ini tak mengubah posisi akhir City di klasemen Grup F. Mereka tetap lolos sebagai juara grup dengan nilai 15 dari enam pertandingan, tiga poin di depan Shakhtar yang jadi runner up. Kedua tim berhak maju ke babak 16 besar. Sebagai juara grup, ada potensi City akan bertemu dengan runner up grup lain. Padahal, mantan tim Guardiola, Bayern Munich, dan juga Juventus berada di posisi tersebut.

Namun, para pemain The Citizens menegaskan tidak takut dengan lawan yang akan dihadapi pada babak knockout. Mereka tidak akan pilih-pilih lawan. ”Saat Anda bermain melawan tim seperti Barcelona, Real Madrid, PSG dan Bayern Munchen di Liga Champions, Anda tak akan pernah tahu apa yang terjadi. Ini tak mudah, tapi kami akan melihat apa yang terjadi di babak 16 besar.

Kami akan mencoba melakukan yang terbaik untuk memenangi kompetisi,” kata wingerCity, Bernardo Silva. Sementara itu, pelatih Shakhtar Donetsk, Paulo Fonseca, mengatakan bahwa timnya memainkan permainan yang ideal saat memenangi pertandingan lawan City. Kemenangan ini membuat semua orang Ukraina bangga pada timnya.(rtr, H13-56)

Berita Lainnya