08 Desember 2017 | Olahraga

Lifter Senior Ramaikan Kualifikasi Porprov

SEMARANG- Sejumlah lifter senior turut bersaing dalam Kejurprov yang diadakan Persatuan Angkat Besi, Binaraga, dan Angkat Berat Seluruh Indonesia (PABBSI) Jateng, di Hotel UTC Semarang, 4-8 Desember. Kejuaraan tersebut sekaligus sebagai kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2018 di Solo. Total 260 atlet bersaing untuk memenuhi kuota 180 yang terbagi dalam 30 kelas putri dan putra, Rinciannya masing-masing sebelas kelas angkat besi dan angkat berat, serta delapan kelas binaraga.

”Selama saya masih kuat menyumbangkan tenaga untuk daerah, maka akan saya lakukan. Sekaligus memberi motivasi kepada adik-adik kami yang masih muda,” ungkap Priyanto, lifter asal Kabupaten Grobogan yang menjadi atlet paling senior di nomor angkat besi. Sedikitnya sembilan emas telah dipersembahkan pegawai honorer Satuan Polisi Pamong Praja tersebut untuk Grobogan. ”Ini adalah bagian tanggung jawab saya mempertahankan nama harum Grobogan di cabang angkat besi dan angkat berat.

Selain membimbing adikadik saya agar berprestasi lebih baik ketimbang saya di masa depan,” ungkap Priyanto yang turun di kelas 94+ kg. Pada kualifikasi kemarin, pria yang akrab disapa Jumbo tersebut berada di peringkat kedua di bawah lifter Blora, Puguh Prasetyo. Jika Priyanto menjadi nama paling senior di angkat besi, maka Purwanto menjadi yang tertua di nomor angkat berat. Lifter berusia 50 tahun asal Kota Semarang tersebut telah tampil di Porprov mulai 1991.

Pada PON 2004 Sumatera Selatan, ia berada di peringkat keempat. ”Saya ingin memberi contoh dan semangat atlet-atlet yang masih muda. Bila yang tua seperti saya masih bisa dan bersemangat, apalagi mereka yang masih muda,” kata Priyanto. Lelaki dengan satu cucu tersebut merupakan ayah atlet angkat besi Jateng, Yulia Kusnul Kotimah. Dalam kualifikasi Porprov, Purwanto tampil di kelas 74 kg. ”Kalau jumlah medali saya lupa jumlahnya saking banyaknya,” tuturnya.

Diikuti Lima Atlet

Sekum PABBSI Jateng Nurwinto menuturkan, pada Porprov 2018 nanti, setiap kelas minimal akan diikuti lima atlet. Ditambah atlet tuan rumah Porprov Solo yang akan langsung lolos dengan fasilitas wild card. Kelolosan atlet didasarkan peringkat dalam kualifikasi.

Kualifikasi Porprov kali ini diikuti seluruh daerah di Jateng, meski setiap daerah tak selalu menurunkan atlet di semua nomor, angkat besi, angkat berat, dan binaraga. ”Kejurprov dan kualifikasi Porprov ini merupakan puncak kegiatan sebelum Porprov tahun depan. Selama ini kami menggelar berbagai kegiatan untum memunculkan atlet-atlet muda, termasuk melalui Liga PABBSI Jateng yang digelar setahun tiga kali mulai 2007,” ucapnya.(J21-64)

Berita Lainnya