image

SM/Riyono Toepra - MEMBANGUN RUMAH : Seorang warga membangun rumah di sisi timur tembok pembatas Kampus UPS Tegal, tepatnya di pinggir sungai, kemarin.(15)

08 Desember 2017 | Suara Pantura

Bangunan Liar di Atas Selokan Merebak

  • UPS Surati Wali Kota Tegal

TEGAL- Sejumlah bangunan liar didirikan tanpa mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di atas selokan atau saluran air, kini merebak di wilayah Kelurahan Mintaragen, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal.

Ironisnya, bangunan liar tersebut seolah-olah dibiarkan oleh Pemkot Tegal, padahal bangunan itu untuk tempat tinggal dan berniaga. Tak hanya dibangun di atas saluran air saja, tetapi kini merambah ke bantaran sungai.

”Contohnya di sebelah timur, di luar tembok pembatas Kampus UPS Tegal di Jl Halmahera. Ruas tanah bantaran selebar dua meter disediakan agar dapat digunakan mempermudah dalam pengerukan sungai, kini mulai dibangun rumah untuk tempat tinggal,” ucap Rektor UPS Tegal Prof Dr Wahyono SH MS, Kamis (7/12). Pihak universitas, kata dia, memang sudah mengingatkan secara lisan, agar warga tidak mendirikan bangunan di sisi timur tembok pembatas kampus tersebut.

Tapi peringatan itu tak ditanggapi. Warga tetap nekat membangun rumah di lokasi tersebut. Dia mengungkapkan, karena kemunculan bangunan yang berdiri di atas selokan cukup banyak, menciptakan pemandangan kurang sedap dan menyulitkan bila dilakukan pengerukan selokan. Atas masalah tersebut, pihaknya sudah menyurati Wali Kota Tegal.

Tiga Kali

Dikatakannya, pihaknya sudah melayangkan surat ke Wali Kota Tegal sebanyak tiga kali. Surat pertama yang dilayangkan saat Wali Kota Tegal dijabat Ikmal Jaya. Kemudian wali kota penggantinya, Siti Mashita Soeparno yang akhirnya ditahan KPK karena dugaan korupsi, belum ada tanggapan. ”Bahkan saat Plt Wali Kota Tegal dijabat Nursholeh, juga belum ada respons atau tanggapan dari Pemkot Tegal,” tuturnya.

Dia menambahkan, kalau hal seperti ini dibiarkan, maka bangunan liar akan menjamur. ”Warga seperti mendapat angin untuk melakukan pelanggaran izin mendirikan bangunan,” tandas dia.

Sementara itu Plt Wali Kota Tegal, Nursholeh saat dimintai konfirmasi mengatakan, pihaknya memang telah ditelepon Rektor UPS Tegal. Dia berjanji segera menindaklanjuti soal pelanggaran pendirian bangunan liar tersebut. ”Saat saya menjabat Plt Wali Kota Tegal, tidak boleh ada bangunan liar. Seluruh pendirian bangunan harus mengantongi IMB. Kalau tidak ada izinnya, ya harus dibongkar,” tandasnya.

Dia menambahkan, pihaknya akan segera memerintahkan Satpol PP menegur wargayang mendirikan bangunan liar, baik di atas selokan maupun di bantaran sungai. Karena hal ini berkait dengan penegakan Peraturan Daerah (perda) dan Peraturan Wali Kota (Perwal). Sedangkan berkait bangunan lain yang sudah lama berdiri, dan tak mengantongi izin, Plt Wali Kota akan menerjunkan tim khusus untuk melakukan sosialisasi soal peraturan mendirikan bangunan.( D12-15)

Berita Lainnya