image

SM/dok - SERAHKAN PENGHARGAAN: Executive Director of KIN Robert C Wolcott dan Co-Founder of KIN ASEAN Hermawan Kartajaya menyerahkan penghargaan Entrepreneur Award 2017 kepada Wali Kota Mochammad Saelany Machfudz di Ritz Charlton Pacific Place, Jakarta, Rabu (6/12) malam.(15)

08 Desember 2017 | Suara Pantura

Saelany Terima Entrepreneur Awar

  • Tingkat ASEAN

PEKALONGAN- Wali Kota Pekalongan Mochammad Saelany Machfudz menerima Wali Kota Entrepreneur Award 2017 Kellogg Inovation Network (KIN) ASEAN untuk kategori kesehatan. Penghargaan diserahkan Executive Director of KIN Robert C Wolcott dan Co-Founder of KIN ASEAN Hermawan Kartajaya dalam acara The 8th Annual KIN ASEAN Forum 2017 di Ritz Charlton Pacific Place, Jakarta, Rabu (6/12) malam.

Wali Kota mengatakan, penghargaan tersebut merupakan penghargaan bagi warga Kota Pekalongan. ”Alhamdulillah dapat penghargaan bergengsi tingkat ASEAN. Penghargaan ini kami dedikasikan kepada warga Kota Pekalongan,” ucapnya. Wali Kota Entrepreneur Award 2017 Kellogg Inovation Network (KIN) ASEAN merupakan penghargaan yang diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada kepala daerah yang telah berhasil membuat terobosan-terobosan yang kreatif, inovatif dan entrepreneurship dalam membangun kota/kabupaten.

Penghargaan diberikan untuk kategori kesehatan, pendidikan, kemiskinan, pariwisata, perdagangan serta investasi. Menurut dia, berbagai terobosan yang dilakukan Pemkot Pekalongan di bidang kesehatan di antaranya pelayanan kesehatan yang terkoneksi dengan jaringan smart city.

Rujukan Online

”Kami mempermudah pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan aplikasi Seruni atau Sistem Rujukan Online,” ucapnya. Apabila ada pasien dari puskesmas yang dimungkinkan mendapatkan perawatan lebih, langsung dirujuk ke rumah sakit melalui aplikasi tersebut. Dengan aplikasi itu, pasien tidak harus datang sendiri ke rumah sakit. Selain itu, terobosan di bidang kesehatan lainnya yakni Sepia atau Sistem E-Health Penjadwalan Imunisasi Anak.

Aplikasi ini akan memberikan pesan singkat atau SMS secara otomatis ke nomor telepon seluler orang tua yang terdaftar tentang kapan anak-anak mereka harus diimunisasi. ”Terobosan lainnya puskesmas rawat inap 24 jam, dan puskesmas dengan pelayanan dari pukul 07.00 sampai pukul 21.00,” tuturnya.

Sementara itu, Hermawan Kartajaya mengatakan, untuk menjadi kota yang smart dan kreatif, kepala daerah jangan hanya meniru atau mengikuti tren, seperti latah menghadirkan festival-festival. Namun, kepala daerah harus bisa memiliki terobosan sendiri yang berdasar pada kearifan lokal atau budaya. ”Smart yang berakar pada kearifan lokal, budaya akar rumput dan partisipasi masyarakat akan menjadi kekuatan sendiri bagi daerah tersebut,” ucapnya.

Ia berharap, ajang tersebut akan melahirkan berbagai inovasi untuk kemajuan ASEAN. Selain Kota Pekalongan, penerima Wali Kota Entrepreneur Award 2017 kategori kesehatan lainnya adalah Kota Bengkulu, Depok, Makasar, Mataram, Pangkal Pinang, Pare-pare, Pontianak, Semarang, Surabaya, dan Tanjung Pinang.(K30-15)

Berita Lainnya