08 Desember 2017 | Suara Banyumas

Fokus Upaya Deteksi Dini

SEKRETARISKomisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Purbalingga Heny Ruslanto menuturkan, tahun ini pihaknya fokus pada upaya deteksi dini melalui kegiatan Pekan Layanan Kesehatan khususnya layanan VCT atau tes HIV/AIDS.

Kegiatan tersebut telah dilaksanakan sejak 27 November hingga 2 Desember, pada semua layanan kesehatan masyarakat seperti 22 puskesmas, laboratorium kesehatan, RSUD dr R Goeteng Tarunadibrata dan semua rumah sakit non pemerintah.

''Telah dilakukan tes kepada 1.159 orang secara sukarela, terdiri dari masyarakat umum, calon pengantin, ibu hamil dan kalangan aparatur,'' katanya. Pihaknya, lanjut Heni, juga telah melakukan sidak di sejumlah tempat karaoke dengan hasil negatif. Selain itu jugadilakukan penyebaran leaflet dan penyematan logo merah HIV/AIDS pada dua perusahaan besar di Purbalingga. Kegiatan dilakukan di PT Boyang Industrial dan PT Tiga Putra Abadi Perkasa.

Sementara pada perusahaan dan tempat strategis lain, dibagikan poster sebagai media sosialisasi tidak langsung. Heny menuturkan, selama ini warga takut untuk melakukan cek kesehatan khususnya HIV/AIDS. Padahal orang yang terinfeksi virus HIVbisa saja terlihat sehat karena masa inkubasi virus HIV mencapai dua tahun. ''Masyarakat harus diedukasi mengenai AIDS. Bisa saja terlihat sehat namun sebenarnya terkena virus HIV yang selanjutnya akan menjadi AIDS.

Masyarakat tidak perlu takut untuk melakukan screening karena mencegah itu lebih baik,'' kata Heny. Heny menambahkan, ibu hamil pada trimester pertama harus melakukan cek dini terhadap AIDS. Hal itu diperlukan agar bayi yang ibunya terinfeksi virus HIVbisa tertolong. Dia menambahkan, sebenarnya orang yang terinfeksi HIV bisa mengonsumsi obat seumur hidup agar virus HIV ëtidurí. Masyarakat tidak perlu takut cek lab dan mereka harus punya slogan Saya Berani Saya Sehat.(Arief Noegroho-19)

Berita Lainnya