image

SM/Mohamad Sobirin - BARANG BUKTI : Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto (dua dari kanan) menunjukkan barang bukti dalam kasus pemalsuan ijazah saat gelar perkara kasus tersebut di Mapolres Cilacap Kamis (7/12) kemarin. (62)

08 Desember 2017 | Suara Banyumas

Palsu Ijazah untuk Ujian Perangkat Desa

CILACAP- Polsek Kroya belum lama ini mengungkap kasus pemalsuan dokumen ijazah kejar paket C. Kasus ini terungkap dalam pendaftaran seleksi calon perangkat Desa Ayam Alas, Kecamatan Kroya. Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto didampingi Kapolsek Kroya AKP AM Suryoprobo dalam gelar perkara kasus tersebut pada Kamis (7/12), di Mapolres Cilacap mengatakan, dari pengungkapan kasus tersebut polisi berhasil menangkap lima pelaku yang masingmasing mempunyai peranan yang berbeda-beda.

Kelima pelaku tersebut adalah Sarkam (35), warga Desa Ayam Alas Kroya, yang bertindak sebagai pemesan ijazah palsu, Adnan (47), warga Desa Ayam Alas Kroya Cilacap dan Muntakhib (46), warga Kesugihan Cilacap, keduanya selaku perantara.

Sementara dua pelaku lain adalah Ali (45), warga Kesugihan Cilacap dan Tursiman (60), selaku pembuat ijazah palsu. ''Dari pengungkapan kasus tersebut petugas berhasil menyita seperangkat laptop, mesin scanner, printer warna, ratusan stempel instansi, beberapa lembar kertas bahan untuk membuat ijazah dan uang sejumlah Rp 5,5 juta,'' kata AKBPDjoko Julianto. Dikatakan, terungkapnya pemalsuan ijasah palsu ini berawal dari adanya pendaftaran seleksi calon perangkat Desa Ayam Alas, Kecamatan Kroya.

Saat dilakukan penelitian berkas pada Jumat (17/11) lalu di Balai Desa Ayam Alas, panitia meragukan legalitas ijasah Paket C milik Sarkam. Dari informasi tersebut petugas melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku dan menyita barang bukti yang digunakan untuk memuat ijazah palsu. Dari hasil pemeriksaan diketahui Sarkam hanya mempunyai ijazah SMP. Dia kemudian meminta tolong kepada pelaku Adnan dan Muthakib untuk membuatkan ijazah kejar paket C untuk pesyaratan pendaftaran perangkat desa Ayam Alas.

Dan ijazah palsu tersebut dibuat oleh Ali dengan dibantu oleh Tursiman yang bertugas mencari logo hologram ijazah serta tanda tangan. ''Untuk membuat satu ijazah palsu, Sarkam membayar Rp 5,5 juta,'' kata AKBP Djoko Julianto. Proses hukum atas kasus tersebut tengah dilakukan. Guna mempertanggungjawabkan perbuatanya, para pelaku dijerat dengan Pasal 263 KUHPtentang pemalsuan dokumen dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.(G21-62)

Berita Lainnya