image

SM/Bahar Ibnu H - PERIKSA SALAK : Amin Abror, tengah memeriksa salak pondoh madu di yang siap panen, di kebunnya.

08 Desember 2017 | Suara Banyumas

Bertahan dengan Salak Pondoh Madu

  • Oleh Bahar Ibnu H

BANYAKpetani salak di Banjarnegara, yang mengeluhkan seringkali harga buah salak jatuh di pasaran. Padahal buah salak menjadi penopang utama perekonomian keluarga. Namun tidak bagi Amin Abror, petani salak asal Desa/Kecamatan Sigaluh, Banjarnegara. Di saat petani salak lainnya merugi, ia justru meraih untung dengan salak yang ditanamnya. Pasalnya, ia menanam jenis buah salak pondoh yang berbeda dengan petani pada umumnya di Banjarnegara.

Sejak beberapa tahun lalu, ia sudah menanam buah salak pondoh madu di kebunnya. Awalnya, banyak cibiran dari petani salak pondoh lainnya karena menganggap tidak laku di pasaran. "Banyak memang yang menanyakan dan sinis terhadap jenis buah salak pondoh madu yang kami kembangkan. Namun kini banyak petani yang justru mulai melirik," terang dia.

Petani salak yang pernah mendapatkan penghargaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai petani teladan ini, menambahkan, dari segi rasa, salak pondoh madu berbeda dengan salak pondoh lokal.

Lebih Manis

Rasa yang lebih manis dengan buah yang lebih tebal, menjadi keunggulan tersendiri. Selain itu, kulit lebih dan bersih menambah daya tarik tersendiri bagi pembeli. Masalah harga, Amin menjelaskan, harganya bisa mencapai dua kali lipat dari harga salak pondoh lokal. Meskipun mahal, namun tetap banyak yang menyukainya. Saat ini misalnya, harga salak pondoh madu bisa mencapai Rp 9 ribu per kilogramnya.

Terpaut jauh dengan harga salak pondoh lokal yang berkisar antara Rp 4 ribu hingga Rp 5 ribu per kilogramnya. Mahalnya harga salak pondoh madu tersebut, karena memang tidak banyak petani yang mau menanam. Salah satu alasannya karena harga bibit salak yang mahal bila dibandingkan dengan harga salak pondoh lokal.

"Umumnya petani tidak mau menanggung rugi bila harus mengeluarkan biaya yang lebih tinggi untuk membeli bibit salak pondoh madu," lanjutnya. Banyak petani yang beranggapan dengan harga salak yang tidak stabil, akan menambah resiko tingkat kerugian bila memaksakan diri menanam jenis salak pondoh madu tersebut. Dengan kondisi ini, Amin mengaku kian mantap mengembangkan salak pondoh madu ini. Ia pun terbuka dengan petani lainnya untuk mengembangkan salak pondoh madu ini.(19)

Berita Lainnya