08 Desember 2017 | Fokus Jateng

Santri Juara Disambut dan Diberi Penghargaan

  • Ponpes Al Masudiyah Sumbang 1 Emas MQK

UNGARAN- Dua santri Pondok Pesantren Al Masudiyah Blater, Jimbaran, Bandungan, Kabupaten Semarang, Nurul Azizah dan Rifki Mutohar, kemarin, diarak dan disambut oleh ribuan santri.

Dikawal Banser NU, drumband, dan masyarakat, dua santri diterima secara khusus oleh pengasuh pondok KH Fathurrohim Masud dan Ketua Yayasan Al Masudiyah KH Ahmad Fauzan Masud. Ya, Nurul Azizah mendapat medali emas lomba membaca kitab Fathul Muin kategori marhalah fiqih ulya di Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) VI 2017 tingkat nasional di Jepara, baru-baru ini.

Adapun Rifki Mutohar juara Harapan I membaca Kitab Safinah An Najah kategori marhalah fiqih ula. Alunan shalawat Ya Nabi Salam Alaika menggema diiringi hadrah ketika dua santri dan rombongan tiba di lokasi pondok. Suasana haru terasa ketika saat upacara penyambutan itu, ribuan santri lainnya bersorak bangga dengan kedatangan para juara tersebut.

Santri juara yang naik bendi diarak dengan berjalan kaki dari Desa Poncoruso menuju Desa Jimbaran. Ketua Yayasan Al Masudiyah, KH Ahmad Fauzan Masud mengatakan, pada MQK V2014 di Jambi, santri pondok ini hanya meraih satu perak. Nuurl satu-satunya delegasi asal Kabupaten Semarang yang meraih emas. ''Alhamdulillah santri Al Masudiyah bisa menyumbang satu emas dari 23 emas yang diraih kafilah Jateng selaku juara umum nasional. Kami bangga karena penghargaan dari negara juga besar.

Santri ditawari kuliah di Kairo Mesir dan 15 negara lainnya. Dari kami juga memberi penghargaan, di antaranya bebas biaya pondok dan gratis biaya hidup selama santri di pondok,'' papar Gus Fauzan. Menurutnya, dua santri telah mengharumkan nama Kabupaten Semarang dan Jateng. Semestinya ada penghargaan juga dari kepala daerah.

Hafal Alquran

Kebanggaan lainnya, lanjut Fauzan, kitab kuning yang dibaca dan dilombakan tersebut di dalamnya terkandung hukum-hukum Allah. ''Nurul Azizah (atau di pondok akrab disapa Faridatul Hasanah) adalah santri yang cerdas.

Selain pandai kitab kuning, dia juga hafal Alquran 30 juz,'' kata dia. Didampingi pengasuh pondok Muhammad Luthfi Hakim, Gus Fauzan mengatakan, saat ini jumlah keseluruhan santri 1.872 orang. Mereka juga bersekolah formal di SMP Al Masudiyah dan SMAAl Masudiyah sebanyak 800 siswa. Sebanyak 68 santri menempuh S-1.

Bahkan, saat ini dua santri meraih S-2 mengajar di SMAAl Masudiyah. Gus Luthfi menambahkan, Ponpes Al Masudiyah mengajarkan kitab kuning mazhabil arbaah mazhab Imam Syafii annahdiyah ahlussunah waljamaah. ''Untuk pendidikan formalnya mengikuti kebijakan pemerintah. Selain salaf, khusus di SMAada pelajaran umum PKN, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPA, dan IPS. Saat ini kami sedang mengajukan pendidikan diniyah formal,'' papar Luthfi yang juga mengajar di SMPdan SMAAl Masudiyah.(H14-54)

Berita Lainnya