08 Desember 2017 | Suara Pantura

Program Jamban Sehat Dikebut

BALAPULANG- Pemkab Tegal menargetkan pada awal 2019 mendatang, seluruh rumah sudah memiliki jamban sehat. Terkait hal itu, di penghujung tahun ini, pemerintah terus mendorong desa-desa untuk segera melaksanakan program yang terakomodasi dalam Program Daerah Pemberdayaan Masyarakat (PDPM) itu.

Dari data November lalu, dari 281 desa, sudah ada 226 desa yang mencairkan dana PDPM untuk jamban sehat. Sedangkan 55 desa belum mencairkan. Dengan sisa waktu satu tahun lebih, program tersebut diharapkan bisa selesai. Kasubag Kesejahteraan Sosial Bagian Kesra Setda Pemkab Tegal, Samukri menjelaskan, kecamatan- kecamatan yang belum melaksanakan program tersebut menjadi perhatian utama dan prioritas.

”Pada akhir pekan kemarin, peletakan batu pertama pembangunan jamban sehat di kecamatan yang belum melaksanakan sudah dilakukan. Di antaranya di Kecamatan Balapulang bertempat di Desa Sesepan, dan di Kecamatan Kramat di Desa Kepunduhan,” jelas Samukri. Untuk Kecamatan Balapulang, lanjut Samukri, digelontorkan dana Rp 1,65 miliar untuk rumahrumah penerima manfaat di 20 desa.

Setiap rumah menerima bantuan Rp 1,8 juta untuk program pembuatan jamban sehat. Wakil Bupati, Umi Azizah didampingi jajaran Muspika Balapulang usai peletakan batu pertama program tersebut di Desa Sesepan menyampaikan, bahwa pembangunan jamban sehat merupakan program untuk mengatasi penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di bidang kesehatan.

”Kami juga meminta kepada para camat untuk memantau langsung program tersebut. Pembangunan jamban sehat memang terlihat sepele. Namun, manfaatnya cukup besar khususnya bagi warga penerima manfaat dan lingkungan sekitar,” ujar Umi. Seperti diberitakan sebelumnya, total anggaran yang dikucurkan untuk program tersebut pada tahun ini yaitu Rp 21,075 miliar.(K22-40)

Berita Lainnya