08 Desember 2017 | Suara Pantura

Ke Depan, BNK Harus Tunjukkan Gigi

  • Dialog Evaluasi P4GN

BREBES- Ketua Komisi IV DPRD Brebes Imam Royani berharap Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Brebes mampu menujukkan gigi khususnya dalam pemberantasan narkotika.

”Jika selama ini BNK hanya bersifat pencegahan, rehabilitasi dan penegakkan hukm, ke depan harus mampu unjuk gigi menangkap pengedar maupun bandar narkoba,” pintanya pada Dialog Interaktif di Radio Singosari FM. Menurut Imam, memenjarakan para pengedar maupun bandar narkoba, sangat penting untuk memberikan efek jera pada orang-orang yang masih nekat bebisnis narkoba. Berkaitan itu, meski BNK belum memiliki kewenangan menangkap, bisa melakukan kerja sama dengan Satuan Narkoba Polres Brebes.

Khususnya dalam operasi maupun target perburuan mereka yang terlibat bisnis barang haram itu. Dalam kaitan dukungan anggaran pemerintah, DPRD melalui Komisi IV sudah memberikan perhatian besar pada BNK. Buktinya anggaran yang semula Rp 900 juta, tahun 2018 telah ditetapkan menjadi Rp 2,3 miliar.Lewat anggaran besar itu, dia berharap, BNK akan dapat melakukan tugas dan fungsinya dengan baik.

Terkait dengan upaya peningkatan status BNK menjadi BNN kabupaten, pihaknya akan mendorong pemerintah kabupaten (Pemkab) untuk melakukan lobi dengan BNN Pusat agar lembaga ini segera berubah status menjadi BNN. ”Jika menjadi BNN nanti, akan lebih memiliki taring, khususnya dalam penindakan maupun penangkapan orang yang terlibat dalam narkotika,” tuturnya.

Sekretaris BNK Brebes Jariyah mengakui, sudah banyak hal yang sudah dilaksanakan instansinya. Sekalipun masih berstatus BNK di bawah pemerintah kabupaten, namun sesuai tugas pokok dan fungsinya selalu berusaha menerapkan pencegahan, rehabilitasi dan penegakkan hukum.

Kasubag Perencanaan dan Program BNK, Suswoyo mengatakan, pihaknya sudah membentuk kelompok masyarakat aksi antinarkotika (Kamma) dan kesatuan pelajar antinarkotika atau Kappa, di masyarakat (desa) maupun di sekolah-sekolah. Lembaga tersebut sangat efektif, karena membantu pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkotika di masyarakat.

”Jika ada pengguna maupun pengedar/bandar yang bergerak di masyarakat maupun di sekolah, anggota oraganisasi itu akan segera melapor ke BNK. Kemudian BNK bersama kepolisian langsung bergerak,” paparnya didampingi anggota seksi pencegahan Lukman Suyanto. Saat ini sudah ada 297 Kamma dan 125 Kappa di SLTA seluruh kabupaten. Bahkan dalam operasionalnya, mereka bekerja sama dengan pemerintah desa, dan sekolah masing-masing.(wh,H51-40)

Berita Lainnya