07 Desember 2017 | Ekonomi - Bisnis

SEKILAS EKONOMI

Program Akhir Tahun Paramount Land

JAKARTA- Menyambut akhir tahun 2017, Paramount Land merilis program ”Paramount Land Year-End Festival” 2017 yang menawarkan 2 (dua) pilihan, yaitu ”Rumah Siap Huni” dan ”Kavling Siap Bangun” di klaster-klaster unggulan di Gading Serpong. Rumah Siap Huni dan Kavling Siap Bangun ini berada di lokasi yang strategis dan dikelilingi area residensial dengan lingkungan yang sudah terbangun dan berkembang pesat.

Managing Director Paramount Land Andreas Nawawi menjelaskan produk yang ditawarkan pada program ini memberikan kemudahan akses menuju fasilitas kota, kenyamanan hidup, dan memiliki pertumbuhan investasi yang tinggi. Direktur Paramount Land Aryo Tri Ananto menjelaskan, rumah siap huni tersebut tersedia dengan berbagai konsep dan desain menarik. Berada di lokasi yang strategis dan lingkungan yang sudah berkembang dalam jumlah unit terbatas dan harga yang menarik. ”Rumah Siap Huni ini berada di klaster unggulan yaitu di Omaha Village, Alicante Village, Magnolia Village, dan lain-lain. Konsumen juga bisa menikmati berbagai fasilitas pendukung di dalam klaster serta berbagai fasilitas kota di Gading Serpong. ”(bn-74)

GMF Garap Pasar Korea

MUAN - PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Daerah Muan dan juga TWAAERO Limited untuk pengembangan fasilitas MRO di wilayah Korea Selatan. Penandatanganan MoU ini dilakukan oleh Direktur Line Operation GMF, Tazar Marta Kurniawan, Deputi Mayor Pemerintah Daerah Muan, Park Jun Soo serta Authorized Signatory TWAAero Limited, Ian P Scheyer di Kantor Pemerintah Daerah Muan (6/12).

Penandatanganan MoU ini merupakan salah satu agenda dalam rangkaian visit manajemen GMF ke Korea Selatan sejak 4 - 7 Desember 2017, di mana GMF juga melakukan initial meeting dengan calon partner lainnya, serta visit ke maskapai Korea Selatan yang merupakan customerGMF. Direktur Line Operation GMF Tazar Marta Kurniawan mengatakan ditandatanganinya MoU ini menjadi titik terang baru dalam strategi pengembangan international footprint GMF. ”Sesuai rencana strategis GMF mengembangkan fasilitas MRO di wilayah Asia Timur, kami memilih Korea Selatan sebagai international footprint yang tepat,” jelasnya.

Menurut Tazar, pemilihan Korea Selatan sebagai wilayah pengembangan di Asia Timur dengan pertimbangan pasar perawatan pesawat Korea Selatan yang cukup menjanjikan. Skala pasar perawatan pesawat Korea Selatan menduduki posisi keempat di regional Asia Pasifik setelah China, Jepang dan Australia. (bn-74)

Berita Lainnya