07 Desember 2017 | Internasional

Upaya Pembunuhan PM Inggris Digagalkan

LONDON- Otoritas Inggris berhasil menggagalkan rencana pembunuhan terhadap PM Theresa May. Dua tersangka ditangkap terkait rencana pembunuhan yang melibatkan bom dan serangan pisau di kantor PM di Downing Street, London. Informasi soal penggagalan rencana pembunuhan itu disampaikan Direktur Dinas Keamanan Inggris MI5, Andrew Parker, kepada kabinet pada Selasa (5/12) waktu setempat.

Sky Newsmenyebutkan, rencana pembunuhan itu sangat serius sehingga MI5 yang bertanggung jawab atas keamanan dan intelijen dalam negeri Inggris perlu memberikan penjelasan khusus kepada para menteri di kabinet pemerintahan PM May. Dua tersangka yang berjenis kelamin laki-laki ditangkap dalam penggerebekan di London dan Birmingham pada 28 November lalu. Mereka dijerat dakwaan terorisme dan mulai disidang pada Rabu (6/12) waktu setempat. Kedua tersangka itu disebut berencana meledakkan bom yang disamarkan sebagai tas di gerbang masuk Downing Street dan kemudian menyerang PM May dengan pisau.

Aksi Teroris

Dalam pernyataan terpisah, Kepolisian Metropolitan London menyebutkan dua pria bernama Naa'imur Zakariyah Rahman (20) dari London Utara dan Mohammed Aqib Imran (21) dari Birmingham dijerat dakwaan mempersiapkan aksi teroris. ”Perdana Menteri berterima kasih atas kerja tanpa lelah dari staf MI5 dalam memerangi ancaman terorisme yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ucap juru bicara Kantor PM. ”Para menteri kabinet mendengar bahwa kekalahan Islamic State (IS) di Irak dan Suriah bukan berarti ancaman telah berakhir. Mereka menyebar ke area-area baru, termasuk berupaya mendorong terjadinya serangan di Inggris dan wilayah lain melalui propaganda media sosial,” imbuhnya.

Downing Street 10 di London merupakan kediaman resmi dan kantor PM Inggris. Kompleks itu dijaga sangat ketat. Pada 1991, militan Irish Republican Army (IRA) melancarkan serangan bom mortir ke tempat itu. PM Inggris saat itu, John Major, berada di dalam saat serangan terjadi, namun dia tidak mengalami luka sedikitpun.(rtr-25)

Berita Lainnya